Selasa, 27 Januari 2009
Senin, 26 Januari 2009
Lembaran kisah kehidupanku di negri Kinanah
Film KCB “Undercover” di Mesir (Selama 35 hari)
23/10/08 - 26/11/08
Bismillahirrahmanirrahiem
Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengikat erat hati-hati diantara kita dengan keimanan, sehingga kita dapat merasakan bagaimana nikmatnya sebuah persaudaraan yang dilandasi kecintaan karena Allah Swt semata.
Shalawat serta salam moga tercurah kepada sayyidinaa Nabi Muhamad Saw kekasih kita sosok manusia agung yang menjadi suri tauladan ummat.
Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) merupakan sebuah Adaptasi Novel karya Habiburrahman Elshirazy (Rojulun masyhurun ani ta’rif), film ini merupakan mega proyek dengan dana yang cukup besar (20-40 M), namun film KCB memang berbeda dengan film Holywood, Bolywood atau kebanyakan film Indonesia yang mendidik masyarakat dengan nilai-nilai negatif, hedonisme yang jauh dari norma dan akhlak Islami, akan tetapi film KCB terlahir dari sebuah gerakan da’wah dengan keinginan perbaikan dan sebuah cita-cita yang mulia untuk menebarkan kebaikan dan perubahan (reformasi) perfilman di Indonesia. Ini semua dibuktikan dengan keseriusan para penggagas (kang Abik, pak Dani, mas Umam, dan pak Imam Tantowi) dengan persiapan yang sangat panjang dari mulai pembuatan skenario, seleksi ketat audisi 5 bintang yang mensyaratkan mampu baca Al-Quran, serta hunting dan shooting di Mesir (sesuai Novel).
Serta usaha dan kerja keras dari dewan juri dalam mencari Talent’s yang pas telah dilakukan, dimana pada waktu pemilihan final audisi 5 bintang dan peran yang lainnya, Allah Swt telah menetapkan serta menjatuhkan pilihan kepada masing-masing (M.Cholidi talent as Azam, Andi Arsil talent as Furqon, Oki Setiana Dewi talent as Anna, Alice Norin talent as Eliana, Meyda Safira talent as Husna) inilah sebuah taqdir Allah Swt dan tentu sebuah Amanah yang sangat besar bagi para Talent’s yang harus disadari sejak dini.
Dan sebelumnya aku sedikitpun tak pernah mengenal seluruh talent’s bahkan tak berharap tuk bertemu, dan aku hanya dapat melihat dan menyaksikan mereka dari berita di media Massa saja, namun inilah sebuah lika-liku kehidupan yang telah digariskan-Nya, selama 35 hari aku berinteraksi dengan para Talent’s dan secara pribadi aku mengamati dan memperhatikan Talent’s dalam keseharian ataupun dalam shooting di lokasi, sehingga aku dapat menyimpulkan dan menilai bahwa pilihan para dewan juri itu memanglah “Tepat” sesuai dengan karekter masing-masing dan semua merasakan adanya keserasian Talent’s dengan skenario, serta adanya keinginan dan harapan yang nyata demi suksesnya film KCB ini.
Sebuah kebahagian yang tiada tara ketika aku diminta bergabung dalam sebuah kepanitia dan Kru di Mesir bersama 21 orang temanku yang dikomandoi oleh Bang Rafi’i direktur Rafi’i Travel Group (RTG), dari sejak awal aku berusaha untuk mentajdid niat (walaupun itu sangat berat) bahwa aku bergebung dengan panitia&kru di Mesir adalah untuk berkhidmah bersama agar suksesnya film KCB, maka aku ditunjuk sebagai Kord.Personal Guide atau LO bersama Ust Taisier, Rois, serta 3 0rang akhwat (Kiki,Fitri dan Ira).
Awalnya aku berfikir untuk mengundurkan diri dari kepanitiaan KCB sebab aku membayangkan betapa berat tugas ini, karena aku harus terjun kedunia yang tak pernah kubayangkan dan kulakukan dan sejak dulu aku benci dengan sebuah glamour kehidupan para Aktor/Artis, dan ketakutanku bertambah akan ketularan dengan gaya hidup mereka, dan sudah pasti sebagai LO aku akan berinteraksi dengan para calon artis yang menebarkan pesona kecantikan dan tentunya akan melemahkan keimannku yang sudah terlalu lemah ini, namun semua itu kutepis dalam benak fikiranku sebab aku tahu mereka bukanlah para Aktor/Artis yang sudah terbuai kenikmatan dunia tapi mereka adalah anak-anak muda yang berbakat yang memiliki semangat untuk berubah.(dan mungkin saat itu hanya perasaan dan sangkaan aku semata), dan akupun teringat kembali akan sebuah cita-cita besar dari para penggagas film KCB yang merupakan film religi bernuansa da’wah. Maka aku bertekad dan berusaha untuk memberikan kontribusi walaupun sangatlah kecil dibanding dengan mereka yang berkecimpung dan berkorban harta, jiwa, tenaga dan pikiran untuk semua ini.
Cairo 23-Okt-08 malam itu jam menunjukan pukul 03:30 pagi, kota Cairo berselimut udara dingin (20-22*C) yang menembus merasuki pori-pori kulit meresap melalui daging hingga menusuk tulang yang menggigil, di bandara Cairo kami menunggu kedatangan kru inti film KCB dari Indonesia dengan harap cemas, sebab baru pertama kali rombongan ini datang dengan perlengkapan film yang akan melakukan shooting di Mesir. Hingga akhirnya raut kebahagiaan tercermin dari wajah-wajah yang sudah lelah ketika kru Indonesia berhasil melewati semua rintangan, dan rasa dinginpun sirna berganti kehangatan hati yang penuh dengan persaudaraan, pada saat itu aku bertugas untuk menemani sosok “khairul Azam” mataku liar mencarinya dan akhirnya aku dapat menemukan orang yang kucari, ta’aruf singkat terjadi hingga aku mengenal namanya adalah M.Cholidi Asadilalam, kesan tawadhu (rendah diri) tercermin padanya dengan ungkapan”bimbinglah adikmu ini kak” dan sesampainya di Wisma Nusantara aku berkenalan dengan sosok “Furqan” yang bernama Andi Arsil, dan haripun menjelang siang sesuai agenda hari itu seluruh kru berkumpul dalam acara ta’aruf di hotel Wisma agar terjalin persahabatan serta saling mengenal job description masing-masing.
Maka hari-haripun terus berganti dan berlalu dimana persiapan sebelum shooting selama satu minggu dari mulai kru kreatif yang melakukan hunting, cek and recek alat-alat kebutuhan shooting film KCB untuk 23 hari kedepan, serta tak luput para Talent’s yang mempersiapkan diri berlatih dialog dan akting agar sesuai skenario yang dipenuhi penjiwaan peran masing-masing oleh 3 bintang utama KCB (Odi, Arsi, Oki, dkk) dibawah bimbingan sutradara ternama mas Umam dan mas Sapto (Asstrada), aku sendiri saat itu bertugas menemani Ust Taisier dan Ust Saeful Bahri yang membimbing mereka dalam persiapan dialog berbahasa Arab yang ada sesuai skenario, di hari-hari itu aku bisa lebih mengenal dekat dengan pribadi dari sosok M.Cholidi dengan panggilan akrab Odi, dan Andi Arsil yang sering kupanggil Furqan, serta Oki Setiana Dewi talent as Anna yang khusus ditemani LO akhwat.
Pada tanggal 30-Okt-08 kembali kota Cairo didatangi rombongan trip kedua kru film KCB yang terdiri dari 9 orang Talent’s dan beberapa kru serta wartawan yang datang, kedatangannya yang hampir sama dengan trip pertama yaitu di pagi hari menjelang shubuh, hari itu aku tak ikut menjemput dan aku bertugas mempersiapkan tempat di Griya KSW, tepat adzan subuh berkumandang mereka sampai di Griya KSW dan langsung menuju aula KSW serta disambut dengan acara perkenalan singkat kru trip kedua yang baru datang dengan Kru dan Panitia dari RTG di Mesir, selanjutnya mereka di tempatkan di tempat yang sudah disediakan, hingga waktu menjelang sore seluruh kru (Sinemart dan Rafi’i Travel Groups) berkumpul di auditorium Wisma Nusantara untuk kembali memperkenalkan person serta tugas dan tanggung jawab masing-masing dari seluruh kru Kreatif ataupun kru nonkreatif dari Indonesia dan kru serta panitia Rafi’i Travel Group, dimana waktu itu aku mendapatkan tugas sebagai penangung jawab di Griya KSW, oleh sebab itu aku harus berusaha mengenal seluruh person yang tinggal disana dengan mayoritas mereka adalah para talent’s dan sebagian kru, dengan tanpa harus berkenalan secara langsung dengan mereka (khususnya talent’s akhwat) namun setidaknya aku berusaha agar dapat mengetahui pasti nama masing-masing seperti Meyda,Wulandari, Palmera Galda, Silmi serta Aminah, dan kuakui waktu itu aku belum sempat mengenal lebih jauh seluruh talent’s kecuali odi, arsil, oki dan azam ashidqi yang sudah kukenal. hal ini dikarenakan aku harus berkonsentrasi pada tugas kepanitian untuk terjun ke lokasi shooting, sehingga terkadang aku masih suka salah memanggil antara lucky dan hapy, atau aku harus mencari mana wulan dan galda, tapi kalau sosok Silmi sekilas aku sudah hafal lebih dulu karena tingkahnya yang selalu membuat orang tertawa (ia terkadang meniru tawa nek Lampir..he..hee…joke)
Namun demikian pada hari-hari berikutnya aku dapat mengenal dekat hampir dengan seluruh talent’s (walaupun di hari-hari menjelang kepulangan mereka) serta kru kreatif Sinemart, bahkan para kuli tinta (wartawan), sungguh kebahagiaan yang tiada tara yang kurasakan dari sebuah pertemuan pembuatan Film KCB melahirkan persahabatan dan persaudara yang sangat luas yang akan berkesinambungan dengan ikatan silaturrahmi di masa yang akan datang.
Permulaan shooting film Ketika Cinta Bertasbih (KCB ) ini, dimulai pada tanggal 31 Okt-08 dan bertepatan dengan hari Jum’at yang merupakan Sayyidul Ayyam (hari yang mulia), sungguh suatu pilihan yang tepat dan baik menurutku hingga aku berkeyakinan bahwa awal yang baik akan berakhir dengan baik (insyaAllah).
Udara pagi yang sejuk hari itu aku bertugas mengantarkan rombongan kru dan talent’s (azam dan nanang) dari Griya Jateng menuju lokasi shooting yang bertempat di sebuah jami’ah tua yang namanya tak asing lagi hingga seantaro dunia, ya kampus yang melahirkan para tokoh dan ulama terkemuka dunia nan berwibawa serta mewariskan ilmunya ke setiap belahan bumi melalui santri-santrinya, itulah Jami’atul Al-Azhar As-syarif yang menjadi saksi bisu di pagi hari itu hingga menjelang sore, dan hal ini merupakan sebuah kebaggaan bagi film KCB yang dapat melakukan shooting di tempat yang sangat bersejarah.
Dan situasi di kampusku saat itu terlihat lain dari pada hari-hari biasa yang kulalui selama bertahun-tahun, betapa aku “termangu” di bawah cahaya lampu yang terang benerang, sebab harap maklum aku baru pertama kali menyaksikan sebuah pembuatan film yang sangat begitu ruwet, dan membutuhkan kerja keras para kru, bahkan terlihat lalu lalang orang-orang yang penuh dengan semangat dan kesibukan pada hari itu, baik kru Indonesi dari Sinemart dan kru Rafi’i Travel Groups ataupun kru dari PH Mesir Syirkah Mohamad Ashoob Film.
Pekerjaan yang begitu melelahkan tapi hasilnya tertata dengan rapih, maka setelah persiapan alat-alat shooting sudah ready seluruhnya, sejenak aku menyaksikan sebuah peristiwa yang sangat mengharukan menyentuh qolbu dimana seluruh kru Indonesia dan Mesir berkumpul di depan Fakultas Syari’ah dengan membuat lingkaran besar lalu diawali dengan pembukaan dan do’a yang dibacakan Ust Saeful Bahri dengan penuh kekhusuan, dan setelah berdo’a mereka semua bersalaman hingga berpelukan dibarengi dengan deraian air mata yang menunjukan sebuah kesungguhan dan semangat yang membara serta azam kuat demi sebuah suksesan “Film KCB”.
(Tekad dan usaha harus dibarengi dengan do’a, maka seluruh kru melakukan shalat jum’at di masjid Al-Azhar yang didirikan sejak dinasti Fatimiyyah ribuan tahun yang lalu)
Selama kurang lebih 22 hari shooting Film Ketika Cinta Bertasbih, dimulai 14hari shooting pertama di Cairo (Al-Azhar, khan khalili, Mahathah kuliah banat, qoasru’abidin dll) dan shooting kemudian berlanjut ke Iskandariah/Alexandria selama 6 hari dan kembali shooting di Cairo selama 2 hari dengan pengambilan tempat shooting di KBRI dan Abassiah serta Giza, secara pribadi aku merasa lega dan bahagia melihat semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala berarti yang berakibat kegagalan film ini dan semuanya dilalui dengan kerjasama yang baik antara Kru Indonesia dan PH Mesir yang difasilitasi panitia RTG, selama itu cukup membuat semuanya orang tersenyum ba’da akhir shooting, dan dipenghujung agenda kerja Sinemart di Mesir, maka kegiatan ditutup dengan tasyakuran di garden City markaz Ambasador KBRI di Mesir.
didalam sambutan acara Tasyakuran, menurut pengakuan pak Dani sendiri hasil shooting alhamdulillah seluruhnya terlaksana dengan dengan “taqdir nilai 90%” walaupun tak menutup kemungkinan adanya kekecewaan dari seluruh Kru, mungkin dari ketidaktepatan waktu atau persediaan mobil dan makanan dll dari para panitia dalam melayani kru semua (dan akhirnya panitia kena semprot the big bos…tapi itu kami terima dengan kesadaran kareana kekurangan kami) keadaan itu semua sangat berpengaruh pada beberapa scene yang tak selesai dalam satu hari, dikarenakan tempat ataupun waktu yang sudah menjelang manghrib, sebab faktor cuaca dan alam (matahari) sangat mendukung kesempurnaan dalam pengambilan shooting dan pemotretan,
Namun juga tak menutup kemungkinan adanya kesalahfahaman antara sesama pihak, baik kru Indonesia dan PH Mesir, kru Indonesia dengan panitia ataupun sesama anggota panitia yang melahirkan amarah dan kesedihan yang dibumbui dengan peluh dan keluh kesah serta tetesan airmata dari panitia akhwat yang menjadi pemandangan sehari-hari.
Memang demikian adanya ketika emosianal yang memuncak didukung fikiran yang tak tertata karena kelelahan yang tiada tara lahirlah amarah dan ketegangan yang memang akan selalu ada dalam sebuah interaksi sosial dilapangan pekerjaan yang menuntut ketepatan waktu, proposional ataupun lainnya, namun demikian kita harus bijak dan selalu saling memahami serta mengambil pelajaran dari sekolah kehidupan di Mesir ini.
Penutup
Selama 840 jam sudah berlalu tak terasa dalam waktu satu bulan lebih kita bertemu dalam suka, duka, canda dan tawa serta saling mengenal dan bekerjasama bahu membahu dengan satu tujuan yang sama demi suksesnya “Film Ketika Cinta Bertasbih”, banyak sudah hikmah dan manfaat yang dapat dipetik dari pembuatan film KCB selama 35 hari yang terasa singkat, namun pada akhirnya semua itu akan pasti berlalu, dan perpisahan itu akan datang juga pada waktunya.
Maka tepatnya pada tanggal 26-Nov-08 hari rabu rombongan Kru film KCB dari Indonesia itu meninggalkan Cairo untuk melanjutkan shooting di Indonesia (sisa scene KCB I dan KCB II),.
Pada saat pelepasan Kru Film KCB dari indonesia yang sudah sebulan telah berlelah-lelah dan bekerja untuk shooting Film KCB di Mesir sangatlah membekas di hati kami, dimana kepulangan mereka ketika diantarkan oleh seluruh panitia Rafi’i Travel Group, dengan diiringi deraian air mata dari hati-hati yang sudah terajut dalam ikatan cinta persaudara, sungguh pertemuan itu tinggalah sebuah kenangan yang manis terpatri dalam setiap benak fikiran dan terbungkus dalam kehangatan hati yang paling dalam, walaupun jasad kita terpisah jauh dibelahan bumi lain namun hati-hati kita akan selalu bersatu dirindukan dengan kecintaan dan kasih sayang dari Sang Khaliq yang Maha Penyayang, dan dikala bayang-bayangan itu berkelebat dalam lamunan, hati ini bergemuruh dalam kesedihan, tak terasa ada butiran berkilau yang keluar dari lobang pelupuk, hingga lidahku senantiasa menguntai kata do’a untuk kesuksesan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat dengan harapan kita semua akan bertemu kembali satu saat nanti baik di alam fana ini ataupun pertemuan abadi di akhirat nanti. Amien
Setelah mereka semua pergi jauh meninggalkan kita dengan kesedihan, namun mereka akan bertemu dengan kebahagiaan yang baru kembali ke tempat kelahiran dan bertemu dengan orang-orang yang dicintai, dan pada awal bulan desember nanti, mereka akan mulai menyelesaikan shooting KCB I dan KCB II di lamongan/Solo Indonesia, tetaplah semangat dan teruslah berjuang sadaraku semua didalam limpahan rahmat dan ridha-Nya. Dan maafkan kami tak bisa lagi membantu secara fisik namun hanya do’a yang bisa kami berikan mudah-mudah Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran hingga meraih kesuksesan yang tiada banding dengan penuh keberkahan dari-Nya. Amien ya rabbal ‘alamien.
“Awal kita berjumpa dalam bahagia dan berpisah dalam kesedihan”
Peristiwa ini ibarat ketika kita dilahirkan semua orang merasa senang dan bahagia dengan kedatangan kita dan ketika kita mati meninggalkan dunia semua orang akan merasa sedih dan menangisi kepergian kita, yah itulah falsafah kehidupan yang harus kita lalui.
Cairo 28-Nov-08
Kutulis di pojok Tubramly Indah Permai di Flat cemara family
NB : Awalnya aku ingin menulis semua peristiwa dan kejadin yang kualami dari hari ke hari namun karena kendala waktu dan tenaga serta laptopku yang digunakan panitia KCB selama 35 hari maka akhirnya aku hanya bisa mengingat dan memungut sisa mutiara hikmah yang kudapatkan di KCB, semoga Allah SWT senantiasa menerima seluruh amal Sholeh kita semua selama ini, hingga mempertemukan kita kembali di surga-Nya yang abadi. Amien
Rabu, 21 Januari 2009
Berbagi Kisah di Negri Anbiyya
By ibnu08djafar
Pagi itu hari sabtu tanggal 07-07-2007
Jam di dingding menunjukan pukul 06:00 waktu Cairo, aku berada di dalam flatku bersama teman-temanku seperjuangan yang sudah aku anggap bagai saudaraku sendiri dan kami menamakan keluarga kami dengan nama keluarga “Cemara” (Ceria makan ramai-ramai) nama itu dipakai sebab kami selalu ceria makan bersama(apapun laukpauknya) dalam satu nampan besar sejak tahun 2003 sampai saat ini , dan membuat hubungan kami seperti saudara sendiri, dan flat tempat tinggalku berada dikawasan distrik 10 atau tepatnya di tubramly permai....... (flat tempat aku tinggal lantai 3 No 8 Tubramly permai, H10 Nasr City, Cairo-Egypt).
Dan seperti biasa pagi itu kubuka jendela di ruang tamu sambil kuhirup udara pagi yang begitu segar kurasakan meresap kesetiap desah napasku yang kuhisap panjang, saat itu sambil kuberdiri memandangi pohon2 dan bunga yang indah (saat musim semi tiba) di depan halaman imarah (gedung flatku)
Dan terkadang kudengar suara kicau burung-burung bernyanyi silih berganti...
Lalu kualihkan pandanganku kesebrang jalan dan terlihat anak2 Mesir berseragam sekolah yang berlari-lari ceria mengejar waktu....aku jadi teringat masa kecilku dulu
Sedangkan teman-temanku masing-masing dengan kesibukannya…
ada yang sedang menikmati mimpinya yang indah...…
ada yang sedang masak…..
ada yang sedang santai dengan segelas syai panas…..
ada yang sedang membaca buku…
Dan aku melihat saat itu Andi Subarkah, ia sedang asyik duduk dan menulis di depan komputer sambil diiringi sebuah lagu grup New Sakha yang berjudul “ibu”…
Dan sungguh entah sengaja atau tidak, lagu itu terus berulang dan berulang (lebih dari 5x) tanpa diganti, seolah-olah tak ada lagi lagu di komputer itu, {tapi tak apalah dalam hatiku, lagu itu memang termasuk lagu favoritku, dan aku gunakan sebagai ringtone hpku}.
Lalu sesaat kemudian aku mulai meresapi setiap bait syair yang merdu yang mengalun syahdu... dan tiba-tiba berkelebat dalam lamunanku “bayangan itu”, hingga kuteringat sosok wanita paling mulia dan berjasa dalam hidupku, sebab ialah wanita yang telah melahirkanku, menimangku dengan penuh kelembutan dan kasihsayang tanpa pamrih, ya.....wanita mulia itu tak lain adalah ibuku……... wanita yang sangat kucintai seumur hidupku ia adalah “aglal insan fie hayaatie wa qalbie”(sosok yang paling berharga dalam hidupku dan belahan jiwaku), ia yang telah membimbingku dan membesarkanku, ia yang tak pernah jenuh dan lelah mencintai anak-anaknya semua sampai akhir hayatnya……
Duhai ibuku sayang.....!!aku jadi teringat dan rindu padamu…...maka terkenang memory indah bersamamu….Ya Rabbie…. ingin rasanya aku segera pulang ke kampungku tuk bertemu dengannya ah……,!! tapi….itu hanyalah mimpi indah dalam benakku, sebab aku baru saja 3 bulan yang lalu tiba dari Indonesia {saat itu aku pulang karena bapakku sakit keras hingga ajal menjemputnya (23-04-06)}, ya...Selama satu tahun aku menemani ibu setelah bapakku wafat....Dan hingga akhirnya aku harus kembali ke Cairo untuk mengikuti ujian thn 3(semester VI) yang pernah kutinggalkan sebab kepulanganku saat itu.
Tiba-tiba..... ! Kruk….kruk…...oh suara apa itu hemmm “perut orang kelaparan rupanya yang tak lain adalah bunyi perutku”
wah ternyata perutku dah keroncongan….. bertada lapar menghapiriku…. Dan aku lekas berjalan ke dapur lalu bertanya pada temanku yang sedang masak, “ya ammu”! (panggilan akrab mahasiswa di Mesir) sudah masak belum….???? ana dah lapar nich..! kataku sedikit tak sabar...
Sebentar lagi jahiz (siap).....!!!kata temanku tiar yang sedang piket masak hari itu
Sementara sambil menunggu hidangan…..aku duduk santai di sopa sambil diiringi lagu New Shaka ...“oh ibuku.... engkaulah wanita yang kucinta selama hidupku, maafkan anakmu bila ada salah.....pengorbananmu tanpa balas jasa.... ”.............
Dan tiba-tiba saja.....kudengar hpku berbunyi bertanda ada sms menyapa… aku segera bergegas pergi ke kamarku lalu secepat kilat kuambil hpku dan kubuka kotak sms itu….. dan ternyata tertulis from ; ust.jajat, ia kakak iparku! wah dari indonesia.... Namun dalam hatiku gelisah dan perasaanku tak tenang..…kok tumben kakak iparku mengsms???pertanyaan itu muncul secara spontan........lalu kumulai menekan tombol baca…dan kubaca perlahan dan ternyata isinya di luar dugaanku yang membuat nadiku terasa terputus dan tangnku lunglai tak berdaya….sms itu kubaca berulang-ulang : “ass jar sabar…..tawakal….ikhlaskan ibu! Sekarang ia lagi ditalqinkan (detik-detik ajal tiba) …..berita sms itu sungguh sangat dahsyat hingga......Kutersetak jantungku terasa terhenti …..berita itu mengguncang batin dan jiwaku....ya rabbi bisiku pelan…. “jangan dulu kau panggil ibuku, bukankah selama ini kuselalu berdo’a tuk kesehatannya dan jatah umurnya yang panjang agar aku dapat bertemu dan berbakti padanya dalam sisa umurnya hingga di akhir hayatnya……
Dadaku terasa sesak dan hatiku tak keruan bercampur sedih, gusar, bingung tak tahu apa yang harus kulakukan!!!!!ya.... sms itu bagaikan guntur di siang hari yang bergemuruh menggoncang bumi. Ya rabbie..... terasa gelap bumi yang kupijak ini……lalu segera kutarik nafasku yang dalam …aku berkata bukankah kau masih punya Sang Khaliq Yang Maha Agung…Ia penentu taqdir setiap makhluk di muka bumi ini…..
lalu kubergegas mengambil air wudhu….
kuberdiri dengn niat yang suci….menghadap Ilahi Rabbie…. aku mengadu pada-Nya dalam sujudku… kupasrahkan seluruhnya pada Dzat Yang Maha Agung.......................................
Dan saat itu tak terasa air mataku berlinang tak henti-hentinya….….. mengucur deras membasahi sajadah….. sambil tak henti kupanjatkan do’a “Ya Rabbie”......…Ya Arhamu Raahimien….. berikanlah kesembuhan dan kesehatan pada ibuku…… panjangkan umurnya….supaya aku dapat bertemu kembali dengannya...Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiem.....itulah harapan do’aku…...dua raka’at sudah kulalui…! Tiba-tiba ....hpku berbunyi kembali tanda sms masuk (saat itu jam 06:58)….. lalu kubaca, dan ternyata berita yang sama dari indonesia… namun kali ini pengirimnya kaka iparku yang lain “Ust.Yono” yang memintaku agar terus mendo’akan tuk kesembuhan ibu……..(kakak-kakaku tak sanggup memberitahuku tentang berita ini, karena mereka merasa khawatir akan keadaanku).
Lalu kulanjutkan shalat dan munajatku pada Allah SWT Sang Penentu setiap hembusan napas manusia …..”Allahumma igfirlie waliwaalidaya warhamhumaa kamaa rabayyani shogieraa...Ya Syafiul a’la Asyfieha (wahai Yang Maha Penyembuh sembuhkanlah ibuku) Ya rabbie kabulkanlah do’aku,pintaku berulang kali!!!…
Aku duduk termenung........
Saat itu jam menunjukan pukul 07:10 lalu kubergegas keluar syaqah (flatku) menuju rumah kawan yang memiliki fasilitas untuk telephone ke Indonesia….jaraknya kira-kira 500 meter dari rumahku, terasa berat memang kakiku tuk melangkah….lemas terkulai…. sebab berita itu menghujam sekujur tubuhku…... Namun aku tetap berusaha untuk menguatkan batin dan jiwaku, sambil terus kuberdo’a dalam setiap langkahku untuk kesehatan ibuku….
Dan segera kupercepat langkahku…! hingga kuterhenti pada rumah yang kutuju, tapi......saat itu tak ada yang melayaniku tuk dapat menghubungkan telephon ke indonesia sebab saat itu masih sangat pagi-pagi maklum sebagian mahasiswa Cairo……..…mereka menikmati mimpi indah di musim semi di kala pagi sebagaimnan kebanykan orang Mesir....”youh payah”….!!!!”dasar....” !!!orang-orang yang tak berharap rezeki datang di pagi hari....gumamku kesal dalam hatiku….Ya Rabbei………………berilah jalan keluar untukku……..!aku berpaling dalam duka yang mendalam!kubiarkan kakiku melangkah tanpa arah..........!!!!!!!
Hingga kuteringat ada kawanku dari jakarta (tak jauh dari rumah pertama tadi) yang biasa juga bisnis jasa telephon ke indonesia, maka kubergegas pergi dari tempat itu menuju rumah yang kutuju, lalu sampailah aku pada kawanku ahmad….dan kubersyukur waktu itu dia buka…….(jam 07:30 waktu Cairo)
Segera ia melayaniku dan langsung menyambungkan dengan fasilitas Internet yang ia miliki...
Lalu kumulai menekan no saudaraku syafei :+6285xxxx.....namun kudengar suara telephon yang anda tuju tidak aktif….(biasanya nada tunggu lagu ungu”Surgamu”) aku mersa kesal saat itu.....
Dan aku mencari No yang dapat kuhubungi, entahlah saat itu No kakak-kakaku tidak aktif semua, hingga aku mencari no kakak iparku ust.jajat yang tadi pagi mengirim sms padaku! Tuuut….tuut…tuut….”nada sambung” berbunyi..alhamdulillah lirihku, seiring detak jantungku semakin cepat dipenuhi bayang-bayang kesedihan dan kekhawatiranku atas kondisi ibuku yang kusayangi dan kucinta……
Hallo .....assalamu’alaikum….!suara itu tak asing bagiku..
wa’alaikumussalam……ust (biasa kupanggil kakak iparku sebab ia juga guruku)..
ini fajr......tadz! jawabku….(saat itu kudengar sayup-sayup suara tahlil dan isak tangis di sana). Hati dan jiwaku menerawang menembus antara waktu dan ruang seolah kuberada disana........
fajr ini ada Ihsan....!kata ust Jajat......dan suara itu hilang
lalu berganti dengan suara yang sangat kukenal… ia menyapaku dengan suara agak serak….
jar…sehat.?....ya itu suara kakaku yang ke lima Ihsan….
Alhadulillah.....ana sehat!…jawabku singkat...
Lalu dengan tak sabar lagi aku bertanya” bagaimana kondisi ibu”.....?
“ibu tak sadarkan diri dari tadi pagi” jawabnya singkat dengan penuh pasrah……..
(sejenak kutermenung….terbayang wajah penuh kelembutan “ibuku”….)
“jar.. ini ada teh ina”….tegur kakaku Ihsan (dengan suara yang agak tertahan)
.......Lalu, kemudian suara telephone itu berganti dengan suara yang sudah terbiasa di telingaku…..ia adalah kakaku perempuan yang setia menemani ibuku… dan yang paling tahu tentang kondisi kesehatan ibu… diantara saudara-saudaraku semua…
“jar sing sabar nya”. dengan bahasa sunda yang lembut (jar sabarlah)..- sekilas suara itu mirip dengan ibuku…..”ibu sudah dari tadi tak sadarkan diri, dan sekarang sedang ditalqinkan” ……ucapnya sambil terisak-isak menahan tangis.
Akupun tak kuasa menahan kesedihan yang sangat dalam dan tak dapat kuucapkan dengan kata2.....
(Sedih, pedih hati ini kurasakan saat itu mendengar dan membaca (sms) sebuah kalimat “Talqin”….ya kalimat yang biasa disebutkan ketika ajal menjemput seseorang dalam “Sakaratul Maut” …kalimat yang memutuskan harapanku tuk berjumpa dengan ibuku, dan ia hanya menjadi mimpi indah yang tak tersampaikan ……Akhirnya akupun sadar …ini adalah taqdir dari Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana Allah SWT).
“jar....nanti chating aja…biar pake webcame ! kata kakaku “teh ina”……(teh=kaka)
“ya boleh”!jawabku singkat ….(biar aku bisa melihat detik-detik akhir wajah sosok wanita yang paling kucintai di dunia seumur hidupku…..sebab sudah 3 bulan aku berpisah dengannya….terasa lama waktu itu.... inginnya sih aku chating ke rumah sebulan sekali sebagai obat rinduku padannya…tapi tak apalah aku masih menyimpan foto kedua orang tuaku…khususnya foto ibuku selalu kubawa dalam dompet dan hpku)
Lalu aku bertanya “apa ibu masih bisa mendengar?”...….
“Ya…Insyaallah bisa….fajr mau ikut mentalqinkan???”jawab kakaku….
“Iya…aku ingin ikut mentalqinkan”. kataku….(ini mungkin khidmah terakhirku pada ibu). Semoga........
Lalu kumulai membaca : kalimat itu......….
“laa ilaaha illallah”……”.laa ilaaha illallah……………………”
“laa ilaaha illallah”……”.laa ilaaha illallah……………………”
“bu…bu.....”.Sesekali kupangil nama indah itu…..
“laa ilaaha illallah…….laa ilaaha illa llah………………….”.
“laa ilaaha illa llah…….laa ilaaha illa llah…………………..”
“laa ilaaha illa llah…….laa ilaaha illa llah…………………..”
Saat itu butiran cinta terus mengalir dari pelupuk mataku mengalir bagai “hujan deras yang membasahi bumi” , yang tak bisa kuhentikan ........
Dan tak terasa sudah 30 menit berlalu……………namun harapan dan keyakinanku serta do’a senantiasa kupanjatkan dalam hatiku agar Allah swt memberikan kekuasaan-Nya untuk kesembuhan bagi ibuku yang kusayangi).
lalu kuberbincang lagi dengan kakakku……
“teh ina kalau ibu sudah sadar, tolong sampaikan salam dan maafku padanya….”. Dan sebenarnnya aku ingin berada disamping ibuku selalu disaat-saat kritis seperti ini….. (besar harapanku aku segera pulang ke Indonesia…….namun aku sadar itu sangat kecil kemungkinannya).
“jar kapan libur……?” kata teh ina
“Sekarang sudah liburan.. maunya sih aku pulang kalau ada duit!”, lamunku
“berapa kira-kira okosnya sekarang???…….bisa oneway?”tanya kakakku
“ bisa aja ….sekitar 4 juta”. Jawabku singkat……
“Jar.....tunggu yah nanti diusahakan”janjinya….
“ya mudah-mudahan” kataku dengan penuh harapan……
“dan nanti kalau ada uang teh ina sms….”.katanya sambil berlalu......
“Aamin….”. dalam hatiku penuh semangat untuk pulang...
Dan akhirnya kuakhiri pembicaraan…..dengan kakak perempuanku……..
dengan penuh harapan aku segera terbang ke Indonesia….....dan atau mungkin ada berbagai kemungkinan…..yang akan terjadi???. Dan tentunya saat itu rasa khawatir kondisi ibuku…. Berbaur dengan kesedihanku….Senantiasa menggelayutiku serta menyelimutiku....….di hari yang penuh misteri….??????????
Jam menunjukan sekitar pukul 08:20 waktu Cairo
Aku bergegas ke warnet kubuka Yahoo messenger……
kuketik id :ibnu08djafar@yahoo.com
Dan smscity.com….sms gratisan sebab pulsaku habis dan keadaanku lagi ke-re alias falasi..kaga punya duit (maklum beasiswa Azhar telat)
kutulis sms untuk kakaku…….mil kondisi ibu bagaimana sekarang?????…ana lagi online…!!!
tak lama kemudian hpku berbunyi ada sms masuk…..
jantungku kembali berdebar………..
lalu kubuka …tertulis dari “Kamil”….
mulai kubaca sms itu…
wa’alaikumsalam.wr.wb….. jar tadi kondisi ibu kritis sekarang nafasnya sudah teratur..tapi masih balum sadar….!!!
yah nanti online…tlp nya baru dibayar…do’akan terus ibu…
Ah….alhamdulillah….agak sedikit lega dan bahagia hatiku membaca berita itu..mudah-mudahan ibuku cepat sadar…dan sembuh ……amin..
Dan aku terus menunggu berita perkembangan ibuku…..
sambil online di warnet…..kalau saja ada yang masuk….
tak lama kemudian (jam 08:55 waktu cairo)…hpku berbunyi lagi tertanda ada sms masuk….. kubuka lalu kubaca ternyata dari kakak perempuanku teh Liah …..yang isinya berita yang sama dengan kakaku kamil bahwa kondisi ibu mulai stabil…..ada harapan…jika Allah mentaqdirkan….sudah ada 2 perawat dari RS Dewi Sridi rumah….doakan terus jar…”......
Alhamdulillah harapanku Insyaallah terwujud …..
Dan sudah 2 jam aku menunggu di warnet mungkin saja ada yang online dari keluaragku di rumah….tapi ternyata tidak ada…!!!itu bisa kupahami dalam kondisi seperti ini…….
(jam 09:30 waktu Cairo)
Aku kembali ke flatku dengan harap-harap cemas ….. memikirkan kondisi ibuku……????Dan do’aku selalu kupanjatkan untuknya……serta aku harus terus mendekatkan diri pada Sang Khaliq …. Lalu kuabil Al-Quran……Dan kubaca surat Yaasin dan Ar-Rahman….. serta kubaca Shalawat…….dengan kuselingi do’a untuk ibuku tercinta.....semoga saja ada harapan dan kesembuhannya......
Sampai tiba waktu dzuhur jam 13:00…..
Lalu kubergegas pergi ke masjid yang jaraknya 100 M dari flatku……..
Setelah salat jama’ah dan berdo’a terus menerus kupanjatkan....
Dan aku kembali ke flatku sambil terus menunggu perkembangan kondisi ibuku….dan berita dari kakaku Ina……..hingga akhirnya akupun tertidur…..jam 14:30……..
Tiba-tiba aku terbangun oleh suara hpku…..jam 15:40……
hemm…ada sms lagi masuk……mudah-mudah ini kabar baik….(harapanku)
Tertulis dari “teh Ina”…..jar ini ada uang Rp 4000.000. tapi gimana transpernya sabtu-ahad bank tutup……..
aku tak segera membalas sms itu sebab memang tak ada pulsanya…….
sepuluh menit kemudian………sms dari teh Ina masuk lagi…….ia meyakinkan ada uang 4 juta dan bisa di transper via atm BCA atau BNI tapi bukan syariah……..
Dan aku bertanya pada teman2 di rumah...siapa yg punya pulsa??dan aku pinjam hp temanku serumah untuk menghubungi broker tiket Rafi’i Travel (Ust Rafi’i adalah yang dulu pernah membantuku membelikan tiket pesawat Et-Tihad PP ketika aku pulang tuk menjenguk bapakku yg sedang kritis di rawat di RS dan bahkan ust Rafi’i yang menutup kekurangan tiket sekitar $200)
Lalu kutekan no hpnya….+2010…
Allou!!
assalamua’laikum?kataku
wa’alaikum salam....?jawabnya
dan tanpa basa basi lagi aku langsung menanyakan pesawat yang bisa membawaku segera pulang ke Indonesia…ust ada tiket pesawat besok??
dengan sedikit kaget ust rafi’i bertanya” untuk siapa akhi”??katanya
Ya ....untuk ana!!! kataku…..
ada apa….antum mau pulang lagi….??dengan nada serius
ibu ana sakit…kondisinya kritis…..!jawabku
baik ana usahakan….kalau mau ada malam nanti singapour..mau???.
berapa harganya????…..kataku
3200 jenneh……sekitar $ 800….!!!!jawabnya
wah mahal sekali kataku…ada yang murah ust…..???uangku tak cukup…kataku
ada el-Etihad……..2300 pound..!ust rafi memberikan alternatif
ok! ana pesan etihad aja, kapan ada????....dengan penuh harapan aku meminta pada ust Rafi’i
mau tanggal 14???….udah ada di tangan…. jawabnya
wah......jangan kelamaan itu ust….gimana kalau besok hari ahad aja ada ya……!!!!!aku sedikit memaksa
Hemmm.. ana lihat besok….ana usahakan….!!!Insyaallah jawab ust rafi’i meyakinkan
syukron…ust rafi’i atas bantuannya!!! kataku.........
(musim liburan memang tiket mahal dan rada susah sebab banyak yang pulang kampung……mahasiswa indo dan malysia)
Pukul 16:30 waktu Cairo
Waktu sudah masuk Ashar……dan saat itu hpku kembali berdering rupanya ada telephon masuk tertulis saudara sepupuku syafei ……. lalu kuangkat…
assalamua’laikum….jar ini teh ina mau bicara….!!!Suara dari ujung telephon
hallo…assalamu'alaikum...."jar"….!!
kenapa sms teh ina tidak dibalas….????????katanya
Maaf aku tak ada pulsa !!jawabku…
jar….. udah ada yang punya atm bank BCA atau BNI…???kakaku bertanya..
belum teh….aku sedang mencari tahu siapa yang punya ATM itu…….gimana kalau ATM zaki kan sama BNI syaria’ah….??kataku
tidak bisa harus yang sama….BNI aja atau BCA…!!.kata teh ina..
Baik ...aku akan cari dulu nanti di sms kalau sudah ada….teh ina….!!dengan yakin aku pasti dapat teman yg punya ATM
Ba’da Shalat Ashar, aku segera menghubungi teman-temanku yang biasa dikirim duit via atm dan sudah 5 orang kuhubingi tak ada satupun yang punya atm BCA/BNI ……. kecuali ada yang punya BII ……..aku terus mencari sekitar 2 jam lebih…... dan pada akhirnya kutemukan juga seorang yang punya ATM BNI atas nama Rasyid Satari...ya kawan seangkatanku thn 2003 di Mesir.
Selanjutnya kukirim sms no rek BNI dan BII ke no hp kakaku…..tak lama kemudian ada jawaban dari teh Ina : jar uang sudah terkirim via BNI total Rp 4.000.000.
Maka menjelang maghrib jam 19:50 kuhubungi kembali ust Rafi’i kuakidkan (pastikan) tentang pesanan tiket….?????
insyaallah besok ahad antum bisa berangkat….sms nama lengkap antum dan No Pasport…..!!!kata Ust Rafi’i
Alhamdulillah.... !!!!!batapa senangnya hatiku….
Setelah itu kuhubungi temanku Rasyid.... bahwa uang sudah dikirim ke no rek-nya….dan aku ingin mangambil secepatnya...ia agak kaget dan setengah tak percaya…
secepat itu kang fajr ada apa?tanya temanku...
aku tidak memberitahu apa yang terjadi……
Maka setelah shalat maghrib di masjid aku bertemu kawanku jajat yang dulu pernah serumah denganku ……
kuceritakan bahwa aku kalau jadi besok pulang ke indonesia……ia tersentak kaget….seperti dulu ia kaget ketika aku pulang ke indo……tahun 2006
ketika berbincang di masjid akupun bertemu mantan Presiden PPMI (2005-2006) Rio Erismen, dimana waktu itu dia sempat mengantarkanku ke bandara Cairo saat aku pulang thn 2006 (sebab aku dulu Menko 2 PPMI di kabinetnya)……ia mendoakan untuk kesembuhan ibuku… dan aku segera pulang…..sambil menghibur lalu berkata cepat nikah yah..he….he….!!!!!!sambil tersenyum padaku……..
aku keluar dari masjid bersama temanku Zajat….
zat perutku terasa lapar hari ini aku lupa makan dan sejak pagi ana belum makan nasi hanya sekerat roti tadi pagi....
wah sampai lupa makan antum jar .....!!!!!!!.katanya
ayo kita makan dulu…… di rumah makan mahasiswa ….. masakan padang……..dan ia yang meneraktirku
setelah itu kawanku Zajat menawarkan bantuan ….
antum kalau butuh buat belanja oleh-oleh ana ada $ 50 ….pakai aja !!!ia menawarkan bantuannya padaku...
syukron jat atas bantuannya!!!!kataku…..
mau belanja keperluan dan oleh-olehnya malam ini ? katanya sambil menawarkan jasa...
Besok saja Zat….ana mau ke rasyid dulu bawa duit…….buat bayar tiket…..!!jawabku
Jam 21:30 waktu Cairo
Aku telephon Rasyid kawanku ………
Hallo..salamu'alaikum...Rasyid…..bisa ambil uang malam ini….????tanyaku
ya bisa…..ana tunggu nanti di mahathah As-Salam….masyi???katanya
thayib….!!kataku…..
ana segera kesana….15 menit…ana sampai!!
bergegas aku berjalan menuju ke mahathah as-salam ….15 menit kemudian aku sampai disana……..kusms rasyid bahwa aku sudah sampai di mahathah…..
Dan sesaat kemudian terdengar suara Iqamat shalat Isya dari menara masjid As-salam (masjid model masjid Al-Aqso dan kubahnya berwarna hijau milik pengusaha orang palestina serta terkenal dengan imamnya yang sangat merdu Syekh Yasir Salamah, di setiap bulan ramadhan, aku selalu shalat Tarawekh di sana dari thn 2003)
hmm....bagusnya….aku shalat Isya dulu aja ……biar tenang” dalam hatiku….
ketika kulangkahkan kakiku menuju masjid As-Salam….yang jaraknya sekitar 20 meter dari mahathah…..
namun baru saja beberapa langkah ….
tiba-tiba …...
terdengar hpku berbunyi…….suara sms
ada sms masuk……!!!!sambil kuhentikan langkahku
Beribu tandatanya.....saat itu ??????sms dari siapa???berita apa???apa yang akan terjadi???
dalam gelap kunyalakan tombol hapku…..
lalu….perlahan kubuka sms itu………
Dan kubaca…..dari kakaku Zaki (Indonesia) yang mengirim sms….ada apa gerangan……?????perasaan dan pirasatku sangat was-was saat itu……kutekan perlahan tombol baca….tertulis sebuah untaian do’a yg sering kubaca : Robigfirlie wa liwalidaya warhamhumaa kama rabayani shagiraa…. jar..!!ibu sudah pergi tuk menghadap Ilahi…sabar dan tabah yah...jar !!!!!!!!!!!(jam 21:51).
Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiuun…..allahuma ajirni fie mushibatie wa ajirhu khaeran minhaa……Ya Ialhi rabbie!!Sahutku saat itu
Malam yang gelap……kurasa semakin gelap……!!!!!!!!!!
Tak terasa di mana bumi kuberpijak………
Bumi seolah bergoncang........
Kusendiri termenung…
Terpaku dalam kesunyian malam…….
Kupegang erat sebuah tiang besi dekat mahatah ……..
Ya Rabbi…….apa ini suatu kenyataan…atau hanyalah sebuah mimpi…….bukan kenyataan...!!aku menolak getir...seolah aku tak percaya pada sms itu....!!!!!!!!!!!!
Ya Rabbi…...akhirnya kau panggil juga sosok wanita mulia yang paling berjasa dan kucintai dalam hidupku ini ……….ibu yang mengandungku dan melahirkanku, yang mendidiku dengan penuh kasih sayang......disaat hembusan nafasnya yang terakhir aku tak dapat menyaksikan detik-detik itu...duhai alangkah ruginya anakmu ini......seakan aku ingin berteriak!!!!!!!!!!!
Ya Allah setelah beberapa jam kau berikan harapan padaku……..untuk bertemu dengannya di penghujung hidupnya…..
Lalu sambil tak kuasa menahan duka lara kesedihan ............
Kuberlari menuju masjid As-Salam………..
Kuambil air berwudhu…………….
Agar ia dapat menyejukan jiwa dan tubuhku yg lemas terkulai tak berdaya dengan kejadian ini..
Namun aku tetap bertahan dan kuberusaha tegar ........
Kulangkahkan kakiku menuju pintu masjid...
Dan kusilent hpku agar tak mengganggu kekhusyuanku dan jama’ah shalat isya saat itu………..
Allahu akbar…….
Aku pasrahkan jiwa dan ragaku mengadu pada-Nya.........
Sambil kudengar suara merdu imam membacakan lantunan ayat suci ....
Ya Rabie kupasrahkan semuanya pada-Mu……..hanya shalat dan shabar yang bisa membantuku..…..
Membendung kesedihanku dan kegoncangan batinku ….hingga dadaku terasa sesak menahan kesedihan...
kuadukan nasib dan taqdirku pada-Mu Ya Ilahi….
Engkau yang menggenggam setiap jiwa manusia……..
Ya Allah berikanlah ketabahan, keshabaran dan keikhlasan pada hamba-Mu ini..............
Setelah selesai shalat Isya kumenyaksikan taqdir Ilahi…………
Maka saat itu Allah Swt memperlihatkan padaku sebuah kenyataan hidup…….
Tentang kehidupan dan kematian …..”ajal kematian”….. dimana saja….kapan saja akan menimpa siapa saja…….setiap jiwa yang hidup……..dan Allah telah menampakan itu secara nyata…. Ketetapan-Nya pada manusia. ....
lalu….……..
kudengar imam masjid as-salam itu berkata : shalat janazah
tak lama kemudian lewatlah tepat di depan mataku sesosok mayat yang diusung diatas keranda oleh sanak saudaranya…..
Aku terenyuh dan berkata Ya Rabbi......Seolah Engkau sedang menghiburku, dan memberitahuku serta menjelaskan padaku tentang hakekat kehidupan dan kematian…..….
Dimana malam ini aku tak sendiri dalam kesedihanku…. …masih banyak orang lain pun yang sedih senasib denganku ditinggal pergi selamanya oleh orang yang mereka cintai……..
Malam ini Engkau panggil ibuku disana (Indonesia) dan Engkau perlihatkan kain kafan yang membungkus tubuh manusia di Masjid tempat aku mengadu pada-Mu....
Maka kukokohkan keshabarnku dan keikhlasanku untuk melepas kepergian ibuku tercinta….
istawuu…..shawuu shufufakum…….(rapatkankan barisan sahut imam)
allahu akbar………allahu akbar…..
allahu akbar…….. allahu akbar…….
aku pun shalat jenazah bersama jama’ah yang ada…….(sekitar ratusan orang)
Ya Allah ……inilah sebuah taqdir yang tak mampu ditolak setiap makhluk di muka bumi …………
di waktu aku shalat jenazah……
hpku terus bergetar bertada ada tlp masuk……
terus bergetar…..………kubiarkan………tak kuhiraukan
setelah shalat isya dan jenazah…
lalu kulihat…….di hpku tertulis….misscall…dari my big brother….(M.Taufiq Ridha kakak pertamaku)
sesaat kemudian hpku bergetar lagi masih dalam genggaman tanganku…. my bigbrother call…..kuberjalan menuju sudut masjid….sambil bersandar di atas kursi lalu kuterima telephon itu :
assalamu’alaikum…….!!!suara dari ujung telephon
wa’alaiikumsalam…….jawabku
lalu kuberkata : ibu sudah tiada kak??aku hanya ingin meyakinkan tentang berita itu……
ya ibu sudah wafat setengah jam lalu….antum harus sabar….ikhlaskan kepergiannya…..jadilah anak yang shaleh…..karena itu tabungan untuknya…. ibu pergi dengan tenang.....!!! jawaban kakak pertamaku dengan nada menghiburku
Insyaallah …..al-baqa lillah…….!! kataku
jadilah anak shaleh dan do’akan selalu ibu….belajarlah yang giat berikan yang terbaik untuknya…..tinggal itu yang bisa membahagiakannya…………!! Nada suaranya sambil terisak...
insyaallah aku akan berusaha……semaksimal mungkin …!!!.jawabku
Jar...mau bicara sama yang lain….ada ihsan... ina… zaki…kamil ….!!!!saudara-saudariku semua hadir….…termasuk mang yuyu.(adik ibuku)…….
satu persatu kusapa mereka ……semuanya minta agar aku sabar….
tawakal dan ikhlas menerima…semua kenyataan ini…..
teh ina kaka perempuanku yang sudah berusaha agar aku bisa bertemu ibuku tak mampu menahan kesediahannya……sambil tersedu-sedu ia minta maaf padaku kalau aku akhirnya tak ada disisi ibu saat ajal menjempunya……
aku berusaha menahan kesedihan ini…..hingga sampailah….aku berbicara dengan kamil ……(kakaku ke 6)
mill…antum di depan ibu….???tanyaku.
ya…..ibu dekat di depan ana……..jar!!ada apa??
(kuingat akan janjiku kalau aku pulang akan kukecup kening sucimu ibu…….)
kuminta kakaku kamil supaya bisa mewakiliku untuk mencium keningnya… yah….hanya itu pintaku…..dan keinginanku saat itu…...tapi apalah dayaku ….hanya do’a yang bisa kupanjatkan….!!aku berusaha merasakan sosok wanita mulia itu di hadapanku
jar….jika inging berdo’a ….. berdo’alah…. dekat telinga ibu……kata kakaku yang pertama m.t.ridha
lewat telephon itu aku berdo’a untuk ibuku tercinta…..terasa ia ada didepan mataku ingin rasanya kudekap dalam pelukanku….dekat di hatiku….dan ingin rasanya kukecup kening sucimu ibu…………lalu kubisikan do’a untuknya :
allahumagfirlie wa liwalidaya warhamhumaa kamaa rabbayani shagira ….
allahumagfirlaha….warhamha…wa’afiha…wa’fuanha….wa akrim nuzulaha…wa wasi’madkhalaha…..wagsilha bil maai wa tsalji wal barad..wa naqiha kama naqaeta tsaubul abyadhu minad danas…..allahumaj ‘al qabraha riyadh min riyadhil jannah…wa adkhilha jannah……ya arhamar rahimien…irhamha….amien
“al’aini tadma’ wa qalbie yahzan”………tak kuasa kubendung air mataku tak mampu kutahan duka di hatiku …..
dan aku termenung sesaat …….. kuusap air mataku……sejenak kukenang kedua orang tuaku…..ibu/bapakku yang telah tiada pergi mendahuliku……tuk selamanya ……!!aku harus tabah dan shabar (aku berusaha menghibur diri ini dengan mengungkapkan bahwa Rasulullah saw pun hidup Yatim piatu bahkan di masa kecilnya Beliau tak melihat ayahnya....)))
orang tuaku telah pergi meninggalkan dunia namun itu merupakan awal kehidupan yang haqiqi dan abadi sebab kematian merupakan pintu keabadian hidup di akhirat kelak.....
catatanku dalam kejadian ini dimana ada kesamaan waktu bagiku ketika mereka pergi meninggalkanku……. yaitu saat waktu aku shalat “Isya” ….. keduanya telah tiada…….. peristiwa yang tak akan pernah kulupakan dalam sejarah perjalanan hidupku…….
namun yang membedakan keduanya hanyalah tempat dan ruang waktu:
saat bapakku wafat ketika itu aku sedang shalat Isya di RSU Kab.Karawang
hari ahad 23-04-2006 jam 19:30 wib
dan ketika ibuku wafat disaat aku akan shalat Isya di mesjid as-salam-Cairo-Mesir
dan hari-hari itu tak akan pernah kulupakan....
hari sabtu 07-07-2007 jam 21:50 Waktu Cairo
Ya Allah ….anugrahkan ketaqwaan dan keshabaran padaku….bimbinglah aku dan jadikanlah aku termasuk anak-anak yang shaleh sampai akhir hayatku….mudahkanlah lisan ini yang selalu mendo’akan kedua orang tuaku
Ya Allah kumpulkanlah kami kembali bersama orang tua kami semua dan seluruh keluarga dan keturunan kami semua di surga firdaus-Mu….yang abadi bersama para kekasih-Mu yang mulia …. amien
Catatan kisahku dalam kesendirian….
hari-hari yang berat kulalui….tak ada lagi cinta dan kasih-sayang kedua orangtua.........tak akan pernah lagi kudengar suara lembut itu memanggil namaku…….yang akan selalu memberikan semangat hidupku....dan tak henti-hentiny selalu mendo’akanku ……….
Namun semuanya tinggallah kenangan dan harapan yang tak jadi kenyataan………….
haqan sebuah keimanan dan keshabaran yang jadi landasan benteng ketabahan dalam menghadapi ujian dari-Nya …….
Ini hanyalah sebuah catatan kehidupan seorang anak manusia tentang taqdir dari Sang Maha Kuasa atas segala makhluknya.
Allahuma ajirni fie mushibatie ….
wa ajirhu lie khaeran minha….
amein ya Mujibassailien.....
Tubromly Permai Jum’at 13-juli-2007 Pojok ruang yang sepi ( jam 04:30 subuh )
Selasa, 13 Januari 2009
Surat terbuka untuk Talent's Ketika Cinta Bertasbih
Kutulis Risalah ini atas dasar cinta dan sayang yang dibingkai dengan tali ukhuwwah selama 840 jam di bumi Seribu Menara. mudah-mudahan menjadi pengingat di suatu saat…………………….
Bismillahirrahmanirrahiem
Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengikat erat hati-hati diantara kita dengan keimanan, sehingga kita dapat merasakan bagaimana nikmatnya sebuah persaudaraan yang dilandasi kecintaan karena Allah Swt semata.
Shalawat serta salam moga tercurah kepada sayyidinaa Nabi Muhamad Saw, kekasih kita dan sosok manusia agung yang menjadi suri tauladan ummat.
Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) merupakan sebuah Adaptasi Novel karya Habiburrahman Elshirazy (Rojulun masyhurun ani ta’rif) , film ini merupakan mega proyek dengan dana yang cukup besar (sekitar 20 M), namun film KCB berbeda dengan film Holywood, Bolywood atau kebanyakan film Indonesia yang mendidik masyarakat dengan nilai-nilai negatif, hedonisme yang jauh dari norma dan akhlak Islami, akan tetapi film KCB terlahir dari sebuah gerakan da’wah dengan keinginan dan sebuah cita-cita yang mulia untuk menebarkan kebaikan dan perubahan (reformasi) perfilman di Indonesia. Ini semua dibuktikan dengan keseriusan para penggagas (kang Abik, pak Dani, mas Umam, dan pak Imam Tantowi) dengan persiapan yang sangat panjang dari mulai pembuatan skenario, seleksi ketat audisi 5 bintang yang mensyaratkan mampu baca Al-Quran, serta hunting dan shooting di Mesir.
Usaha dan kerja keras dari dewan juri dalam mencari Talent’s yang “pas” telah dilakukan dimana pada waktu pemilihan final audisi 5 bintang dan peran yang lainnya, Allah Swt telah menetapkan serta menjatuhkan pilihan kepada masing-masing (M.Cholidi talent as Azam, Andi Arsyil talent as Furqon, Oki Setiana Dewi talent as Anna, Alice talent as Eliana, Meyda Safira talent as Husna) inilah sebuah taqdir Allah Swt dan tentu sebuah Amanah yang sangat besar bagi para Talent’s yang harus disadari.
Sahabatku semua aku menulis catatan/surat ini berawal dari rasa kekhawatir dan kecemasan dalam hatiku yang paling dalam setelah aku melepas kepergian kalian semua yang sudah kuanggap bagai saudaraku sendiri, pertemuan kita selama ini yang mudah-mudahan didasari dengan cinta dan kasihsayang Ilahi, yang terbangun selama sebulan di negri Ambiya, walaupun pertemuan singkat untuk saling mengenal lebih jauh seluruh talent’s sangatlah terbatas oleh waktu, ruang dan gerak. Sehingga aku tak terlalu tahu lebih dalam tentang sifat dan karakter masing-masing, namun demikian sekilas aku menilai semua Talent’s baik dan berpotensi untuk lebih baik lagi, bahkan mungkin aku orang yang pernah terharu ketika menyaksikan butiran kristal yang mengkilau itu keluar perlahan tapi pasti dan mengalir membasahi pipi dari 3 pasang bola mata yang indah, itu mendakan hati kita masih hidup dan tidak mati,
bukan itu saja sahabatku! sungguh aku “termangu” sejak awal pembutan film KCB ini dimana di lokasi universitas Al-Azhar akupun menyaksikan fonomena yang sangat langka karena sebagian besar kru menangis dalam do’a yang dibacakan Ust. Saeful Bahri, sampai mereka bersalaman dan berpelukan erat. Atau mungkin aku juga sering mendengar ada tangis panitia akhwat dibalik proses pembuatan Film KCB ini, juga detik-detik akhir shooting itu selesai, dimana para Kru indonesia dengan Kru orang Mesir mengakhiri tugasnya, tangis kesedihanpun terjadi saat peluk erat perpisahan dengan patnernya yang selama ini bekerjasama di lokasi shooting…
Bahkan ada sesuatu yang tak terlupakan dalam peristiwa perpisahan melepas kepulangan kru KCB ke Indonesia di bandara Cairo, dimana hampir semua sorotan mata yang berkaca-kaca lalu dihujani dengan derai air mata, baik dari para talent’s atau para kru Indonesia semisal Bunda, pa umar, bahkan tak pernah kuduga bang admol yang ceria sekalipun, ia orang yang paling banyak mencucurkan air mata saat itu, juga panitia akhwat, bahkan tak kusangka ust Taesirpun menangis. Sungguh aku melihat saat itu wajah-wajah yang nampak dengan kesedihan dan mengharukan dari semua kru dan panitia saat melepas kepergian, dan aku sendiri hanya bisa menahan gemuruh yang dahsyat didalam dada agar ia tak hanyut dalam kesedihan saat mataku memandang mereka dari kejauhan, sungguh ini sebuah ketakajuban yang tak bisa kubayangkan bagai kisah novel cinta dari sosok lembut Kang Abik.
Saudaraku, ingatlah selalu semua usaha dan pengorbanan mereka yang dihiasi dengan peluh dan butiran cinta jangan engkau sia-siakan dan khinati, serta jangan engkau paksakan lidah kami suatu hari nanti untuk mengatakan “oh… dia bukan temanku dan saudaraku yang dulu lagi” karena akibat perbuatan tercela yang jauh dari akhlaq mulia serta mengakibtkan kehancuran dirimu, dan jangan pula engkau tebar kepedihan luka batin kepada orang-orang yang selama ini mencintaimu dari mulai orang tua, kerabat bahkan kami sekalipun yang tak ada ikatan darah denganmu akan merasa sedih dan terluka hati ini jika kekhawatiran itu terjadi suatu saat nanti (wa ‘Iayyadzubillah).
Oleh sebab itu sebelum semuanya “terlambat” dan bisa saja semuanya itu terjadi suatu saat nanti dan ketika itu engkau tak lagi peduli, atau sebelum engkau dan aku melupakan ada pertemuan di negri para Nabi, maka kutulis untaian kata dari seorang yang pernah berjumpa denganmu di bumi Kinanah, nasihat ini bukanlah maksud aku ingin mengguruimu dan mengajarimu, tapi sejujurnya karena kekhawatiranku tadi yang didasari atas cinta dan sayangku dalam bingkai ukhuwah Islamiyyah padamu maka kutulis pesan ini sebagai pengingat bagi diriku sendiri dan sahabtku semua
Saudaraku yang kucintai, aku menitip rindu untukmu :
1.Bertaqwalah kepada Allah Rabull’alamin.
Taqwa menurut para sahabat Rasulullah Saw., “Ibarat kita berjalan diatas jalan yang penuh dengan duri maka kita akan berhati-hati” atau “ibarat sang musafir yang berjalan jauh menuju sebuah tempat maka ia harus mempersiapkan perbekalannya”.
Memang kata “Taqwa” mudah untuk diungkapkan namun sulit untuk direalisasikan, namun demikian berusahalah untuk meraih derajat taqwa dengan amalan kebaikan (seperti ; shalat, shaum, tilawah quran, sadaqah, serta nafilah lainnya) dimanpun kalian berada rasakan kehadiran sang Pencipta alam semesta ini.
Ketika kita bertaqwa Allah Swt akan menganugrahkan kepada kita : (Q.S.(56) At-Talaq:2-5)
- Jalan keluar atau solusi problematika yang kita hadapi.
- Rizki yang tak terduga
- Kemudahan dalam segala urusan
- dan dihapusnya dosa serta diberi ganjaran yang sangat besar disisi-Nya.
Maka dari itu berusahalah untuk menggapai derajat taqwa dan berdo’alah :
“ALLAHUMMA ATIE NUFUSANAA TAQWAHAA WA ANTA KHAERAN MAN ZAKAHAA ANTA WILIYUHAA WA WAULAHA” Ya Rabbie anugrahkanlah diri kami ketaqwaan dan Engkaulah sebaik-baik yang membersihkan hati/diri. ENGKAU SEBAIGAI WALIE
“Sebab orang yang paling mulia disisi Allah Swt bukanlah seorang presiden, jendaral, pejabat atau bintang film namun orang yang paling mulia disis Allah Swt adalah mereka yang selalu bertaqwa pada-Nya” mudah-mudahan kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. amien
2.Tajdiduniyyah (Perbaharuilah niat kita agar selalu “Ikhlas”).
Keikhlasan sangatlah sulit untuk diterapkan dalam seluruh amal yang kita lakukan terkadang akan banyak bisikan yang menjerumuskan kita hingga amal kebaikan itu menjadi sia-sia, ingat kisah 3 golongan (mujahid,mu’alim dan muhsinin) yang terseret ke Neraka Jahanam karena niat yang tidak suci, padahal mereka berbuat sebuah kebaikan yang paling utama.sebab keikhlasan merupakan syarat diterimanya sebuah amal.
Maka dari itu saudarku berhentilah sejenak, selalu tanyakan pada diri kita apa yang akan kita lakukan itu atas dasar karena Allah SWT atau karena untuk mencari Prestise semata yang berorentasi terhadap tujuan duniawi.
Oleh karena itu selalu berusaha untuk ikhlas dalm beramal dan tak lupa berdo’alah pada Allah Swt yang mengetahui hati kiat :
“ALLAHUMMA INNIE A’UDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAIAN NA’LAMUHU WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LA NA’LAMUHU”.
Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (besar) terhadap-Mu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik kecil (riya) yang aku tidak ketahui.
3. Berbaktilah kepada kedua orang tua
Saudaraku,
Ibu dan bapak merupakan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan lebih, lalu melahirkan kita dengan penuh perjuangan yang dahsyat hingga nafas tersegal dan darahpun mengalir deras, proses itu antara hidup dan mati seorang ibu, dan juga Ayah kita yang melindungi dan membanting tulang dengan mencurahkan segala kekuatan fisik, tenaga, dan perasaan untuk menafkahi dan membesarkan kita, sungguh luar biasa seluruh jasa, kasih dan sayang serta pengorbanan mereka, itu semua tak akan pernah mampu kita bayar dengan materi.namun kita hanya bisa membalas dengan berbakti kepada orangtua dengan akhlak yang mulia dan bahasa yang sopan dan santun, maka jangan pernah sekali-kali kita mengatakan kata “uffin” atau bahkan membentaknya yang itu akan melukai hati mereka, oleh karena itu do’akanlah selalu mereka disetiap sujudmu. Kecamkanlah bahwa keridhoan orang tua adalah keridhoan Allah SWT, murka dan amarah orang tua merupakan amarah dan murka Allah SWT, dan dosa serta durhaka kita terhadap orang tua balasannya tak akan ditunda-tunda, ia akan dibalas di Dunia dan bahkan di akhirat.
Saudaraku sebelum terucap kata”terlambat” untuk berkhidmat pada orang tua! segeralah gunakan waktu luang kita untuk berkhidmat pada keduanya sebab kesempatan emas itu akan sirna dan berganti dengan sebuah penyesalan dan duka yang tak berarti nanti, dimana ketika mereka semua telah tiada disisi kita akibat jatah kehidupan yang terbatas. Maka berusahalah agar kita menjadi seorang anak yang sholeh yang selalu berbakti pada mereka, dan tak pernah lupa untuk selalu mendo’akan mereka :
“ALLAHUMMA IGHFIRLIE WA LIWALIDAYA WARHAMHUMMA KAMA RABBAYANIE SHAGIRA” Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.
4. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan.
Saudaraku,
Bukan maksudku untuk membatasi pertemanan dan persahabatan dengan semua orang, namun ketika kita tak mampu untuk menolak ajakan dan godaan dari seorang teman yang akan membawa kepada kegelapan maka lebih baik kita menghindarinya namun dengan cara yang baik serta simpatik yang tidak menimbulkan suatu permusuhan.
Orang bijak mengatakan :
“Seorang yang berkawan dengan tukang minyak wangi ia akan mendapat oroma farmum, dan seorang yang berkawan dengan pandai besi ia akan merasakan panasnya jilatan api”
Dunia ini akan terasa sunyi sepi dan tak berarti dikala seseorang tidak memiliki teman, duhai alangkah rugi memang jika itu menimpa kita, apalgi banyak orang membenci kita bahkan tak ingin bersahabat dengan kita karena perbuatan tercela yang tidak mencerminkan akhlaq mulia. Oleh karena itu pandai-pandailah kita mencari kawan dalam kehidupan ini sebab persahabatan itu bisa membawa temannya kepada kebaikan, bahkan bisa juga ia menjerumuskan kedalam lembah yang nista dan hina dina, apalagi di dunia perfilman yang penuh dengan glamour dan godaan yang menggiurkan, aroma “surgawi dunia yang menyengat” namun nikmatnya hanya sesaat dan deritanya yang sangat berkempanjangan.
Saudaraku,
aku berpesan berkawanlah dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkan kita akan kemuliaan hidup di bawah naungan Islam, kecintaan kita pada Allah dan Rasul-Nya yang akan memberikan kebahagian dan ketenangan dunia dan kebahagiaan ukhrawi yang abadi. Sebab pertemanan dan persahabatan kita di dunia kalau tanpa didasari karena Allah Swt, ia bisa saja menjadi suatu permusuhan di akhirat nanti dimana mereka saling menuduh dan menyalahkan antar sesama dengan ungkapan sumpah serapah ketika mereka diseret kedalam neraka jahanam.(wa ‘Iyadzubillah) dan berbahagialah pertemanan dengan orang yang bertaqwa.
“Teman sejati adalah teman dalam kesenanganan dan kesusahan serta selalu mengingatkan akan akhirat”
Alangkah indahnya sebuah persahabatan yang didasari keimanan dan ketaqwaan. dan mungkin itu bisa terjadi pada semua talent’s di film KCB dimana mereka saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran terhadap teman-temannya yang lain ketika lupa dan hilap dalam menjalani roda kehidupan ini, dan nasehat itu disampaikan atas dasar kecintaan terhadap teman-teman seperjuangan.karena ia takut kalau saudaranya akan tergelincir ke jurang kehinaan dan kenistaan.
Dan aku pernah beradai-andai dan bermimpi jika kelak suatu saat nanti ada para talent’s produk film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) terlahir sebuah generasi baru para Talent’s yang menginginkan sebuah perubahan ke arah yang baik, dengan “menebarkan kemashlahatan dan kebaikan” pada masyarakat dan rakyat Indaonesia kelak.. Mudah-mudahan impinku itu kusaksikan dalam alam nyata bukan sekedar alam mimpi indahku.semoga……..
Saudaraku terakhir kuberpesan :
Istiqamahlah selalu dalam menjalani kehidupan ini, apa yang sudah kita ketahui dan yakini itu sebuah kebenaran maka kita selalu ikuti dan amalkan, serta apa yang kita ketahui itu sebuah larangan dan keburukan maka tinggalkanlah karena ridha-Nya.dan teruslah berdo’a >
“Ya muqalibal quluub tsabit qulubanaa ‘ala dienika wa ya musharifal quluub sharif qulubanaa ‘ala tho’atika”
Pesan Khusus buat Talent’s Akhwat ( Alice, Oki, Wulandari, Meyda, Silmi,dan Galda)
Ukhtie…..
Jadilah engkau sosok wanita muslimah sejati yang tak tergilas oleh gemerlap dan glamournya kehidupan dunia entertaiment, tak terlena dengan kenikmatannya yang hanya sesaat, dan tak tergiur oleh iming-iming pesonanya yang fana yang akan menjerumuskanmu, sadarlah bahwa kecantikan suatu saat nanti akan buyar ditelan usia, ketenaran akan sirna digerus zaman, harta dan kenikmatan akan habis tanpa bekas, kecuali bagi mereka yang mengetahui sebuah hakekat kehidupan yang hakiki dan akan selalu ia persembahkan untuk Sang Maha Pencipta keindahan di jagad raya ini.
Ukhtie…..
Mungkin kelak suatu hari nanti ketika engkau menjadi bintang yang bersinar dan memancar di setiap kaca yang menyala, dan itu merupakan impian setiap kaum hawa, maka ingatlah itu semua adalah anugrah dan amanah yang berat dari Yang Maha Kuasa dan ia sebagai ujian keimanan kita.
Ukhtie….
Terkadang kita mampu untuk bersabar dalam menghadapi ujian kesusahan dan kemiskinan.
Namun…sungguh kita jarang bisa bersabar… ketika kenikmatan dunia yang melimpah ruah, pujian yg memesona, dan menghayutkan itu akan membuat kita terlena bagaikan angin sepoi-sepoi yang meresap kedalam jiwa-jiwa yang lemah, lalu ia akan terjatuh dari puncak kesuksesan, sedikit demi sedikit namun pasti ia akan melupakan Sang pemberi Kenikmatan tanpa batas, dan ia akan mengatakan ini semua hasil usaha dan jerih payahku. Maka aku berharap dan berdo’a itu tak menimpa dirimu shahabat.
Ukhtie….
Mungkin engkau kelak nanti akan menjadi panutan masyarakat luas, maka berusahalah untuk selalu menebarkan kebaikan dan kemashlahatan yang akan mengalirkan pahala dan balasan dari-Nya, ketika masyarakat umum dan khususnya kaum hawa meniru dan mengikuti jejak dan langkamu yang telah kau tampilkan (sebab tak menutup kemungkinan kala itu para Talent’s menjadi publik figur yang selalu diidola masyarakat) dan aku tak pernah berharap terjadi dimana ketika puncak kemasyhuran,justru para talent’s KCB meracuni masyarakat dengan sikap dan nilai negatif yang jauh dari akhlak Islami, sehinggga dosa dan kesalahan itu akan mengikuti dengan berlipat ganda, yang harus kita pertanggung jawabkannya dihadapan persidangan Tuhan Yang Maha Bijaksana.
Saudarku semua…..
Sekali lagi kuungkapkan bahwa tulisan ini bukan untuk mengajari dan menggurui atau bahkan seolah-olah sok tahu dalam urusan orang lain, bukan itu maksudku namun aku menulis ini atas dasar sebuah persahabatan yang tidak menginginkan teman-temannya ada dalam kehilapan, kealpaan dan keterlenaan dalam mengarungi pasang surut keimanan, yang sudah pasti badai ujian itu akan datang mengguncang bahtera kehidupan kita, hingga kita mampu tuk bertahan dalam kebenaran Islam.
Dan terakhir aku mohon maaf kalau dalam tulisan ini ada perkataan yang tidak berkenan di hati, dan juga aku mewakili seluruh teman-teman panitia untuk menyampaikan permohonan maaf kepada semua Talent’s KCB yang mungkin ketika di Cairo ada kata dan perbuatan yang menyinggung perasaan dan mengecewakan semua mulai dari Odi, Arsyil, Lucky, Adrian, hepy, Furqan, Azam,Alice, Oki, Wulandari, Meyda, Silmi dan Galda (yang mungkin muncul dari peristiwa “hadiqah Azhar” atau “peristiwa dream park” atau mungking aliran sungai Nil dan peristiwa lainnya), dari hati yang paling dalam kami mengetuk pintu maaf dari kawan’s Talent’s semua semoga tak ada luka dan duka diantara kita (0:0) yah, dan persahabatan ini akan terus terjalin hingga akhir hembusan nafas terakhir dan kita semua berkumpul kembali di alam surga yang kekal abadi. Amien
Wa maa uriudu ilal Ishlah……..
Famaa Sa’altukum ilaal Ajri In Ajriya illa ‘alaLLah…….
Allahummaj’alnaa mina ladzinaaa yastami’ul qaula wa yatabi’una ahsanaa
Wa akhiru da’wanaa Alhamdulillahirrabil ‘Alamien
Washalallahu ‘ala Muhamad wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’ien wan tabi’ahu biahsani ‘ilaa yaumiddien.
Wasalam
Uhibbukum fillah
Fajr Nashrulhaq
Cairo 28-Nov-08
Shobron Ya Gaze Inna Ba'da 'Usrie Yusroo(sabarlah duhai Gaze sesungguhnya setelah Kesusahan datang Kemudahan)

Duhai Al-Quds…….
Hati siapa yang tak tersayat…???
Melihat puluhan gedung-gedung roboh dan mayat2 bergelimpangan bersimpah darah….
hati siapa yang tak pedih…???
melihat ratusan anak-anak tak berdosa mati terkapar bercucuran darah…
sebagian mereka menjerit ketakutan dan menahan rasa sakit luka yang menganga…
hati siapa yang tak sedih..???
melihat kaum ibu pilu,risau,sedih berlari mencari anak-anaknya dan tak menghiraukan luka di sekujur tubuhnya….
Hati siapa yang tak Perih dan terluka…?
Sudah hampir tiga pekan Pembantaian bangsa Monyet Israel biadab dan keji Memborbardir GAZA dengan F16 dan apache….
1000 lebih syahid 4500 lebih luka-luka…..(13-jan-09)
Puluhan gedung dan rumah hacur berkeping-keping…
20 masjid rata dengan tanah…
Universitas dan sekolah hangus terbakar..
bahkan Rumah Sakitpun menjadi sasaran rudal-rudal jahanam..
kini di Gaza merintih pedih kesakitan…
700 ribu lebih menahan perihnya kelaparan….
Al-quds kembali menangis………
Namun para pemimpin Dunia Diam membisu….
Menyaksikan aksi barbar zionis Yahudi yang berpesta pora merayakan pembantaian…
mereka hanya mampu “mengutuk” tanpa dapat menghentikan
PBB (Pemecah Bangsa-Bangsa) tak dapat melakukan apa2……
Emosi……Marah…sedih…bebal…kesal…>>>
Dimanakah engkau Para Pemimpin dan Raja2 Arab…???
Mereka bersembunyi di balik Baju Sutra yang halus…
Mereka hanya duduk-duduk disingga sana yang empuk…rasa takut akan kematian selalu menyelimuti para Raja Arab…
bayang-bayang tiang gantungan “Saddam Husen” selalu terlintas di depan mata mereka…
Dan Hubbu dunya sudah menghilangkan rasa kemanusian dan bahkan Ukhuwwah Islamiyyah di hati para Raja2 Arab….
hati-hati mereka kini keras bagai batu….
Dan yang sangat menyakitkan justru Raja/Pemimpin Arab berjabat erat dan bersekongkol dengan Israeil membantai saudara mereka sendiri..sungguh memang keji
dan kita hanya dapat melihat tanpa dapat berbuat…
hanya cacian dan cercaan serta kutukan…atau munkin untaian do’a
Ummat Islam dunia hanya dapat turun ke jalan-jalan mengungkapkan rasa empati dan solidaritas, serta menggalang dana ….hanya sebatas itu yang mereka mampu….
tapi aku yakin akan “KEMENANGAN” yang dijanjikan Allah Sang Perkasa pasti datang….(tinggal menanti waktu)
Insya Allah Engkau akan mengirimkan pasukan ” ‘Ibadan, lanaa Ulie ba’syin Syadidin fajasu hilala diyyar”..
Ya Al-Quds….
Ya Gaze….Hanian ‘alakium…
Kematian yang sangat indah telah kau dapatkan...sungguh mulia wahai Gaza
Darah Syahidmu akan menjadi bahan bakar yang membara dan meluluh lantahkan kesombongan Zionis Yahudi laknatullah....
Ishbir Ya Gaze Inna ba’da ‘Usrie YUSRAA…innallaha ma’a Shobirin
Intanshurullah Yanshurukum wa Yutsabit Aqdamikum..An-Nashru Qarieb
Hasbunnallah wa ni’wal wakil…
Ni’mal maula wa ni’mannashir…
uhibukum fillah ya GAZA
Sympathy of Gaza
Cairo 01-01-09
Rinduku Terhalang "Barjah"
+of+img136.jpg)
ibu….
Saat-saat rindu itu datang menghampiriku…dan menyapaku…
bersama kenangan indah yang tak pernah terlupakan bersamamu bu….seumur hidupku!
ingin rasa kubercengkrama dan bercerita tentang diriku padamu…bu..
namun kini aku tak lagi dapat melampiaskan dan mencurahkan rasa rinduku padamu bu…
sebab alam telah memisahkanku denganmu dengan sebuah ketetapan takdir yang berlaku…
bu…
ibu…
ibuuu…
ingin rasanya kupanggil nama indah itu namun kini ia tinggallah batu nisan bagiku….yang terpatri dalam qalbuku..!
Dan dinding barjah telah menghalangiku tuk bertemu denganmu….
kini tak lagi kudengar suara lembutmu memanggil namaku….
tak lagi kulihat senyum dan tawamu…
tak lagi dapat kusentuh ragamu…
tak lagi dapat kukecup tangan lembutmu…
dan tak lagi dapat kucium kening sucimu….
yah…..!!semuanya tinggalah kenangan dan impianku yang tak tewujud…
Dan aku hanya dapat termangu …
sambil kuuntai kata do’a dan butiran cinta yang dapat kupersembahkan untukmu….ibu!
wahai angin sampaikanlah salam rinduku pada ibuku…
dan biarlah butiran cinta itu jatuh meresap ke bumi mengetuk pintu barjah yang sangat kokoh….
hingga perlahan terbuka dan menyapa dengan senyuman.
Dan menghantarkan rinduku padamu Ibu…
semoga engkau bahagia di taman surga bersama sang kekasih abadi disana..
ya Rabbie… kumpulkanlah kami di istana firadaus yang megah nan indah bersama para Rasul-Mu dan kekasih-Mu serta orang-orang yang kami cintai di dunia pana ini.Aamien
cairo 25 Dec-2008
Senin, 12 Januari 2009
Ibu....Maafkanlah aku
By Ibnu08djafar
bu…..
Maafkanlah anakmu yang tak mampu membahagiakanmu dikala waktu senjamu.
bu…...
Maafkanlah anakmu yang tak dapat berbakti padamu di paruh sisa umurmu.
bu…..
Maafkanlah anakmu yang tak pernah lagi menemanimu di saat sunyinya malam menghampirimu
bu……
Maafkanlah anakmu ketika suara lembutmu bergetar memanggil namaku namun aku tak juga datang menghampirimu.
bu…….
Maafkanlah anakmu dikala sepi menyelimutimu dan kerinduanmu serta kasih sayangmu pada anak-anakmu yang tak pernah sirna bagai sinar “sang surya” menyinari bumi…..
Namun terkadang anakmu selalu melupakanmu dan tak merindukanmu.
bu……
Maafkanlah anakmu tak ada maksudku untuk menjauh darimu ketika derita merenggut jasad dan pikiranmu
hari-hari itu sangat berat dan melelahkan bagimu…..namun semua itu kau hadapi dengan ketabatahan dan kesabaranmu
bu…….
Sungguh....aku tak ingin lepas dari dekapan dan kasihsayangmu selalu
berat rasanya kulangkahkan kaki ini tuk pergi meninggalkanmu,
Namun ini bukanlah kemaunku tapi takdirlah yang memisahkanku dengan cintamu
bu……
disaat kurindu padamu…….walau kau jauh dariku namun selalu terbayang wajahmu bagai rembulan purnama
Dan ingin rasanya aku bertemu dan kupeluk erat tak ingin kulepaskan…….
namun tempat dan waktu yang menghalangiku…!!!!!!!!!
wahai waktu cepatlah kau berlalu dariku…
supaya aku segera kembali dalam pelukan ibuku..
ingin rasa kupandangi wajah syahdumu…
lalu kan kukecup kening sucimu….
dan kubersujud di telapak kakimu dan kuberjanji takan meninggalkanmu…..
Ya Rabbi Ya Syafiul A’la……
berilah kesehatan kepadanya..
Ya Rahman Ya Rahiem…….
Sayangilah ia dan panjangkanlah umurnya
aamien
Jam : 02.30 Malam
kutulis untaian kata cinta ini untukmu ”ibu”..….
di malam yang tak dapat kupejamkan mataku ….
aku mengingatmu dan merindukanmu,tak tersa air mataku menetes tiada henti…………
Ya Rabbie hanya do’a yang dapat kupanjatkan…..tuk kebahagiaannya
Sabtu, 10 Januari 2009
Gaza sejarah kelam Ummat Islam
lihatlah dan saksikanlah dengan kasat mata ....!!!
Pembantaian demi pembantaian terjadi dimana-mana> di Bosnia,Afganistan,Irak,Palestina atau bahkan di Indonesia negri yg jumlah umat Islam terbesar di dunia pembantaian itu pernah terjadi ...
Dan pembataian itu tak pernah berhenti terus silih berganti....
Bergilir dan berputar mengintai setiap negri penyembah Rabbul Izzati...
Kini Ia ada di GAZA negri para Nabi...
1200 bom telah menghujani bumi Al-quds yang suci ....
Ratusan gedung-gedung hancur berkeping-keping tak lagi dihuni...
Puluhan Masjid-masjid rata dengan tanah......
Ratusan lebih nyawa meregang bersimpah darah memabasahi bumi....(berita terakhir 1300 lebih syahid)
Ribuan orang terbaring tak mampu lagi berdiri...(5500 labih luka2)
Jerit tangis bayi dan anak-anak sungguh mengiris hati...
Seluruh dunia terbelalak menyaksikan aksi bar-bar bangsa monyet terkutuk Yahudi...
Negri kecil yang hanya berpenduduk 6.5 juta israeili...
Namun Dunia membisu tak mampu menghentikan keangkuhan dan kebiadaban aksi yahudi yang sangat keji...
sudah limabelas hari pembantaian itu terjadi....aku tak mengerti!!!
Padahal jumlah umat Islam 1.6 milyar penduduk bumi ini...
Namun kita bagai buih di lautan yg terombang-ambing tanpa kekuatan...
Ketakutan akan kematian yang menyelimuti hati para pemimpin dan raja Arab yang cinta Duniawi...
itulah akibat penyakit WAHN yg diberitakan kanjeng Nabi saw.....
Hingga detik ini terus membiarkan darah suci itu mengalir di bumi para Nabi....
Dan noktah merah sejarah kelabu nasib ummat Islam kembali menyayat hati sanubari..
Pembantain itu merupakan kado terindah dari Yahudi dipenghujung hijriyyah 1429 H yang tak pernah terlupakan oleh umat Islam....
Namun aku Yakin dibalik semua peristiwa dan ujian ini ada hikmah yang besar dari Allah Rabbul Izzati.....
Dan sunatullah itu pasti terjadi
Pelajaran bagi ummat ini.....
Agar ia terbangun dan bangkit dari tidur panjang yang melenakan....
Sadarlah....Bangunlah.....dari tidurmu yg lelap....!!!!!!!!!!!!
Lihatlah Gaza.....pelajaran yg sangat mahal bagi ummat Islam....
Namun aku tak mampu berbuat apa2 hanya D0'a dan kata2 saja yg bisa kuberikan padamu GAZE....
Haniian ya ahlu Gaze ......sungguh bahagia wahai penduduk gaza
kau telah rela berkorban demi ummat ini....Darah syuhadamu akan menjadi bara api yg menyala-nyala di hati ummat...
kau ajari ummat ini dengan keyakinan yang hakiki pada Allah Yang Maha Suci....
Kau ajari ummat ini tentang hakekat cinta pada Ilahi....
Kau ajari ummat Ini tentang kesabaran yang sejati.....
kau ajari ummat ini tentang kemulian harga diri seorang mu'min sejati....
kini kau ada dihati ummat ....
dari setiap penjuru negri....ratusan ,ribuan bahkan jutaan.....mereka menyeru..
wahai Gaza...wahai Gaza...!!!
Ummat ini berkata kami bersamu wahai Gaza..hati kami dan do'a kami untukmu Gaza
Deritamu derita kami, lukamu luka kami......
dan hingga akhirnya aku yakin ummat ini tak mati ia akan hidup dan bangkit menuju peradaban Islam yang dijanjikan Nabi untuk ummat ini.....
Ya Gaze La Tahzan....( Wahai Gaze jangan bersedih)
Shobron shobron ya Gaze Inna Ba'da 'Ushri YUSRO..An-nashru Qarieb
(duhai Gaza shabarlah ...sesungguhnya setelah kesusahan ada Kemudahan) dan kemenangan pasti tiba....
Yakinlah sunatullah itu pasti berputar sepanjang bumi ini masih bernapas....
.
Uhibukum Ya Gaze
Symphaty of Gaza
Cairo 20 Jan 09
jam 01 :30 malam