Selasa, 13 Januari 2009

Rinduku Terhalang "Barjah"



ibu….
Saat-saat rindu itu datang menghampiriku…dan menyapaku…
bersama kenangan indah yang tak pernah terlupakan bersamamu bu….seumur hidupku!
ingin rasa kubercengkrama dan bercerita tentang diriku padamu…bu..
namun kini aku tak lagi dapat melampiaskan dan mencurahkan rasa rinduku padamu bu…
sebab alam telah memisahkanku denganmu dengan sebuah ketetapan takdir yang berlaku…
bu…
ibu…
ibuuu…
ingin rasanya kupanggil nama indah itu namun kini ia tinggallah batu nisan bagiku….yang terpatri dalam qalbuku..!
Dan dinding barjah telah menghalangiku tuk bertemu denganmu….
kini tak lagi kudengar suara lembutmu memanggil namaku….
tak lagi kulihat senyum dan tawamu…
tak lagi dapat kusentuh ragamu…
tak lagi dapat kukecup tangan lembutmu…
dan tak lagi dapat kucium kening sucimu….
yah…..!!semuanya tinggalah kenangan dan impianku yang tak tewujud…
Dan aku hanya dapat termangu …
sambil kuuntai kata do’a dan butiran cinta yang dapat kupersembahkan untukmu….ibu!
wahai angin sampaikanlah salam rinduku pada ibuku…
dan biarlah butiran cinta itu jatuh meresap ke bumi mengetuk pintu barjah yang sangat kokoh….
hingga perlahan terbuka dan menyapa dengan senyuman.
Dan menghantarkan rinduku padamu Ibu…
semoga engkau bahagia di taman surga bersama sang kekasih abadi disana..
ya Rabbie… kumpulkanlah kami di istana firadaus yang megah nan indah bersama para Rasul-Mu dan kekasih-Mu serta orang-orang yang kami cintai di dunia pana ini.Aamien
cairo 25 Dec-2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar