Selasa, 13 Januari 2009

Surat terbuka untuk Talent's Ketika Cinta Bertasbih




Kutulis Risalah ini atas dasar cinta dan sayang yang dibingkai dengan tali ukhuwwah selama 840 jam di bumi Seribu Menara. mudah-mudahan menjadi pengingat di suatu saat…………………….

Bismillahirrahmanirrahiem

Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengikat erat hati-hati diantara kita dengan keimanan, sehingga kita dapat merasakan bagaimana nikmatnya sebuah persaudaraan yang dilandasi kecintaan karena Allah Swt semata.

Shalawat serta salam moga tercurah kepada sayyidinaa Nabi Muhamad Saw, kekasih kita dan sosok manusia agung yang menjadi suri tauladan ummat.

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) merupakan sebuah Adaptasi Novel karya Habiburrahman Elshirazy (Rojulun masyhurun ani ta’rif) , film ini merupakan mega proyek dengan dana yang cukup besar (sekitar 20 M), namun film KCB berbeda dengan film Holywood, Bolywood atau kebanyakan film Indonesia yang mendidik masyarakat dengan nilai-nilai negatif, hedonisme yang jauh dari norma dan akhlak Islami, akan tetapi film KCB terlahir dari sebuah gerakan da’wah dengan keinginan dan sebuah cita-cita yang mulia untuk menebarkan kebaikan dan perubahan (reformasi) perfilman di Indonesia. Ini semua dibuktikan dengan keseriusan para penggagas (kang Abik, pak Dani, mas Umam, dan pak Imam Tantowi) dengan persiapan yang sangat panjang dari mulai pembuatan skenario, seleksi ketat audisi 5 bintang yang mensyaratkan mampu baca Al-Quran, serta hunting dan shooting di Mesir.

Usaha dan kerja keras dari dewan juri dalam mencari Talent’s yang “pas” telah dilakukan dimana pada waktu pemilihan final audisi 5 bintang dan peran yang lainnya, Allah Swt telah menetapkan serta menjatuhkan pilihan kepada masing-masing (M.Cholidi talent as Azam, Andi Arsyil talent as Furqon, Oki Setiana Dewi talent as Anna, Alice talent as Eliana, Meyda Safira talent as Husna) inilah sebuah taqdir Allah Swt dan tentu sebuah Amanah yang sangat besar bagi para Talent’s yang harus disadari.
Sahabatku semua aku menulis catatan/surat ini berawal dari rasa kekhawatir dan kecemasan dalam hatiku yang paling dalam setelah aku melepas kepergian kalian semua yang sudah kuanggap bagai saudaraku sendiri, pertemuan kita selama ini yang mudah-mudahan didasari dengan cinta dan kasihsayang Ilahi, yang terbangun selama sebulan di negri Ambiya, walaupun pertemuan singkat untuk saling mengenal lebih jauh seluruh talent’s sangatlah terbatas oleh waktu, ruang dan gerak. Sehingga aku tak terlalu tahu lebih dalam tentang sifat dan karakter masing-masing, namun demikian sekilas aku menilai semua Talent’s baik dan berpotensi untuk lebih baik lagi, bahkan mungkin aku orang yang pernah terharu ketika menyaksikan butiran kristal yang mengkilau itu keluar perlahan tapi pasti dan mengalir membasahi pipi dari 3 pasang bola mata yang indah, itu mendakan hati kita masih hidup dan tidak mati,

bukan itu saja sahabatku! sungguh aku “termangu” sejak awal pembutan film KCB ini dimana di lokasi universitas Al-Azhar akupun menyaksikan fonomena yang sangat langka karena sebagian besar kru menangis dalam do’a yang dibacakan Ust. Saeful Bahri, sampai mereka bersalaman dan berpelukan erat. Atau mungkin aku juga sering mendengar ada tangis panitia akhwat dibalik proses pembuatan Film KCB ini, juga detik-detik akhir shooting itu selesai, dimana para Kru indonesia dengan Kru orang Mesir mengakhiri tugasnya, tangis kesedihanpun terjadi saat peluk erat perpisahan dengan patnernya yang selama ini bekerjasama di lokasi shooting…

Bahkan ada sesuatu yang tak terlupakan dalam peristiwa perpisahan melepas kepulangan kru KCB ke Indonesia di bandara Cairo, dimana hampir semua sorotan mata yang berkaca-kaca lalu dihujani dengan derai air mata, baik dari para talent’s atau para kru Indonesia semisal Bunda, pa umar, bahkan tak pernah kuduga bang admol yang ceria sekalipun, ia orang yang paling banyak mencucurkan air mata saat itu, juga panitia akhwat, bahkan tak kusangka ust Taesirpun menangis. Sungguh aku melihat saat itu wajah-wajah yang nampak dengan kesedihan dan mengharukan dari semua kru dan panitia saat melepas kepergian, dan aku sendiri hanya bisa menahan gemuruh yang dahsyat didalam dada agar ia tak hanyut dalam kesedihan saat mataku memandang mereka dari kejauhan, sungguh ini sebuah ketakajuban yang tak bisa kubayangkan bagai kisah novel cinta dari sosok lembut Kang Abik.
Saudaraku, ingatlah selalu semua usaha dan pengorbanan mereka yang dihiasi dengan peluh dan butiran cinta jangan engkau sia-siakan dan khinati, serta jangan engkau paksakan lidah kami suatu hari nanti untuk mengatakan “oh… dia bukan temanku dan saudaraku yang dulu lagi” karena akibat perbuatan tercela yang jauh dari akhlaq mulia serta mengakibtkan kehancuran dirimu, dan jangan pula engkau tebar kepedihan luka batin kepada orang-orang yang selama ini mencintaimu dari mulai orang tua, kerabat bahkan kami sekalipun yang tak ada ikatan darah denganmu akan merasa sedih dan terluka hati ini jika kekhawatiran itu terjadi suatu saat nanti (wa ‘Iayyadzubillah).
Oleh sebab itu sebelum semuanya “terlambat” dan bisa saja semuanya itu terjadi suatu saat nanti dan ketika itu engkau tak lagi peduli, atau sebelum engkau dan aku melupakan ada pertemuan di negri para Nabi, maka kutulis untaian kata dari seorang yang pernah berjumpa denganmu di bumi Kinanah, nasihat ini bukanlah maksud aku ingin mengguruimu dan mengajarimu, tapi sejujurnya karena kekhawatiranku tadi yang didasari atas cinta dan sayangku dalam bingkai ukhuwah Islamiyyah padamu maka kutulis pesan ini sebagai pengingat bagi diriku sendiri dan sahabtku semua
Saudaraku yang kucintai, aku menitip rindu untukmu :

1.Bertaqwalah kepada Allah Rabull’alamin.

Taqwa menurut para sahabat Rasulullah Saw., “Ibarat kita berjalan diatas jalan yang penuh dengan duri maka kita akan berhati-hati” atau “ibarat sang musafir yang berjalan jauh menuju sebuah tempat maka ia harus mempersiapkan perbekalannya”.

Memang kata “Taqwa” mudah untuk diungkapkan namun sulit untuk direalisasikan, namun demikian berusahalah untuk meraih derajat taqwa dengan amalan kebaikan (seperti ; shalat, shaum, tilawah quran, sadaqah, serta nafilah lainnya) dimanpun kalian berada rasakan kehadiran sang Pencipta alam semesta ini.

Ketika kita bertaqwa Allah Swt akan menganugrahkan kepada kita : (Q.S.(56) At-Talaq:2-5)

- Jalan keluar atau solusi problematika yang kita hadapi.

- Rizki yang tak terduga

- Kemudahan dalam segala urusan

- dan dihapusnya dosa serta diberi ganjaran yang sangat besar disisi-Nya.
Maka dari itu berusahalah untuk menggapai derajat taqwa dan berdo’alah :

“ALLAHUMMA ATIE NUFUSANAA TAQWAHAA WA ANTA KHAERAN MAN ZAKAHAA ANTA WILIYUHAA WA WAULAHA” Ya Rabbie anugrahkanlah diri kami ketaqwaan dan Engkaulah sebaik-baik yang membersihkan hati/diri. ENGKAU SEBAIGAI WALIE

“Sebab orang yang paling mulia disisi Allah Swt bukanlah seorang presiden, jendaral, pejabat atau bintang film namun orang yang paling mulia disis Allah Swt adalah mereka yang selalu bertaqwa pada-Nya” mudah-mudahan kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. amien
2.Tajdiduniyyah (Perbaharuilah niat kita agar selalu “Ikhlas”).

Keikhlasan sangatlah sulit untuk diterapkan dalam seluruh amal yang kita lakukan terkadang akan banyak bisikan yang menjerumuskan kita hingga amal kebaikan itu menjadi sia-sia, ingat kisah 3 golongan (mujahid,mu’alim dan muhsinin) yang terseret ke Neraka Jahanam karena niat yang tidak suci, padahal mereka berbuat sebuah kebaikan yang paling utama.sebab keikhlasan merupakan syarat diterimanya sebuah amal.
Maka dari itu saudarku berhentilah sejenak, selalu tanyakan pada diri kita apa yang akan kita lakukan itu atas dasar karena Allah SWT atau karena untuk mencari Prestise semata yang berorentasi terhadap tujuan duniawi.

Oleh karena itu selalu berusaha untuk ikhlas dalm beramal dan tak lupa berdo’alah pada Allah Swt yang mengetahui hati kiat :

“ALLAHUMMA INNIE A’UDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAIAN NA’LAMUHU WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LA NA’LAMUHU”.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (besar) terhadap-Mu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik kecil (riya) yang aku tidak ketahui.
3. Berbaktilah kepada kedua orang tua

Saudaraku,

Ibu dan bapak merupakan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan lebih, lalu melahirkan kita dengan penuh perjuangan yang dahsyat hingga nafas tersegal dan darahpun mengalir deras, proses itu antara hidup dan mati seorang ibu, dan juga Ayah kita yang melindungi dan membanting tulang dengan mencurahkan segala kekuatan fisik, tenaga, dan perasaan untuk menafkahi dan membesarkan kita, sungguh luar biasa seluruh jasa, kasih dan sayang serta pengorbanan mereka, itu semua tak akan pernah mampu kita bayar dengan materi.namun kita hanya bisa membalas dengan berbakti kepada orangtua dengan akhlak yang mulia dan bahasa yang sopan dan santun, maka jangan pernah sekali-kali kita mengatakan kata “uffin” atau bahkan membentaknya yang itu akan melukai hati mereka, oleh karena itu do’akanlah selalu mereka disetiap sujudmu. Kecamkanlah bahwa keridhoan orang tua adalah keridhoan Allah SWT, murka dan amarah orang tua merupakan amarah dan murka Allah SWT, dan dosa serta durhaka kita terhadap orang tua balasannya tak akan ditunda-tunda, ia akan dibalas di Dunia dan bahkan di akhirat.
Saudaraku sebelum terucap kata”terlambat” untuk berkhidmat pada orang tua! segeralah gunakan waktu luang kita untuk berkhidmat pada keduanya sebab kesempatan emas itu akan sirna dan berganti dengan sebuah penyesalan dan duka yang tak berarti nanti, dimana ketika mereka semua telah tiada disisi kita akibat jatah kehidupan yang terbatas. Maka berusahalah agar kita menjadi seorang anak yang sholeh yang selalu berbakti pada mereka, dan tak pernah lupa untuk selalu mendo’akan mereka :

“ALLAHUMMA IGHFIRLIE WA LIWALIDAYA WARHAMHUMMA KAMA RABBAYANIE SHAGIRA” Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.
4. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan.

Saudaraku,

Bukan maksudku untuk membatasi pertemanan dan persahabatan dengan semua orang, namun ketika kita tak mampu untuk menolak ajakan dan godaan dari seorang teman yang akan membawa kepada kegelapan maka lebih baik kita menghindarinya namun dengan cara yang baik serta simpatik yang tidak menimbulkan suatu permusuhan.

Orang bijak mengatakan :

“Seorang yang berkawan dengan tukang minyak wangi ia akan mendapat oroma farmum, dan seorang yang berkawan dengan pandai besi ia akan merasakan panasnya jilatan api”

Dunia ini akan terasa sunyi sepi dan tak berarti dikala seseorang tidak memiliki teman, duhai alangkah rugi memang jika itu menimpa kita, apalgi banyak orang membenci kita bahkan tak ingin bersahabat dengan kita karena perbuatan tercela yang tidak mencerminkan akhlaq mulia. Oleh karena itu pandai-pandailah kita mencari kawan dalam kehidupan ini sebab persahabatan itu bisa membawa temannya kepada kebaikan, bahkan bisa juga ia menjerumuskan kedalam lembah yang nista dan hina dina, apalagi di dunia perfilman yang penuh dengan glamour dan godaan yang menggiurkan, aroma “surgawi dunia yang menyengat” namun nikmatnya hanya sesaat dan deritanya yang sangat berkempanjangan.
Saudaraku,

aku berpesan berkawanlah dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkan kita akan kemuliaan hidup di bawah naungan Islam, kecintaan kita pada Allah dan Rasul-Nya yang akan memberikan kebahagian dan ketenangan dunia dan kebahagiaan ukhrawi yang abadi. Sebab pertemanan dan persahabatan kita di dunia kalau tanpa didasari karena Allah Swt, ia bisa saja menjadi suatu permusuhan di akhirat nanti dimana mereka saling menuduh dan menyalahkan antar sesama dengan ungkapan sumpah serapah ketika mereka diseret kedalam neraka jahanam.(wa ‘Iyadzubillah) dan berbahagialah pertemanan dengan orang yang bertaqwa.

“Teman sejati adalah teman dalam kesenanganan dan kesusahan serta selalu mengingatkan akan akhirat”

Alangkah indahnya sebuah persahabatan yang didasari keimanan dan ketaqwaan. dan mungkin itu bisa terjadi pada semua talent’s di film KCB dimana mereka saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran terhadap teman-temannya yang lain ketika lupa dan hilap dalam menjalani roda kehidupan ini, dan nasehat itu disampaikan atas dasar kecintaan terhadap teman-teman seperjuangan.karena ia takut kalau saudaranya akan tergelincir ke jurang kehinaan dan kenistaan.

Dan aku pernah beradai-andai dan bermimpi jika kelak suatu saat nanti ada para talent’s produk film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) terlahir sebuah generasi baru para Talent’s yang menginginkan sebuah perubahan ke arah yang baik, dengan “menebarkan kemashlahatan dan kebaikan” pada masyarakat dan rakyat Indaonesia kelak.. Mudah-mudahan impinku itu kusaksikan dalam alam nyata bukan sekedar alam mimpi indahku.semoga……..
Saudaraku terakhir kuberpesan :

Istiqamahlah selalu dalam menjalani kehidupan ini, apa yang sudah kita ketahui dan yakini itu sebuah kebenaran maka kita selalu ikuti dan amalkan, serta apa yang kita ketahui itu sebuah larangan dan keburukan maka tinggalkanlah karena ridha-Nya.dan teruslah berdo’a >

“Ya muqalibal quluub tsabit qulubanaa ‘ala dienika wa ya musharifal quluub sharif qulubanaa ‘ala tho’atika”


Pesan Khusus buat Talent’s Akhwat ( Alice, Oki, Wulandari, Meyda, Silmi,dan Galda)

Ukhtie…..

Jadilah engkau sosok wanita muslimah sejati yang tak tergilas oleh gemerlap dan glamournya kehidupan dunia entertaiment, tak terlena dengan kenikmatannya yang hanya sesaat, dan tak tergiur oleh iming-iming pesonanya yang fana yang akan menjerumuskanmu, sadarlah bahwa kecantikan suatu saat nanti akan buyar ditelan usia, ketenaran akan sirna digerus zaman, harta dan kenikmatan akan habis tanpa bekas, kecuali bagi mereka yang mengetahui sebuah hakekat kehidupan yang hakiki dan akan selalu ia persembahkan untuk Sang Maha Pencipta keindahan di jagad raya ini.

Ukhtie…..

Mungkin kelak suatu hari nanti ketika engkau menjadi bintang yang bersinar dan memancar di setiap kaca yang menyala, dan itu merupakan impian setiap kaum hawa, maka ingatlah itu semua adalah anugrah dan amanah yang berat dari Yang Maha Kuasa dan ia sebagai ujian keimanan kita.

Ukhtie….

Terkadang kita mampu untuk bersabar dalam menghadapi ujian kesusahan dan kemiskinan.

Namun…sungguh kita jarang bisa bersabar… ketika kenikmatan dunia yang melimpah ruah, pujian yg memesona, dan menghayutkan itu akan membuat kita terlena bagaikan angin sepoi-sepoi yang meresap kedalam jiwa-jiwa yang lemah, lalu ia akan terjatuh dari puncak kesuksesan, sedikit demi sedikit namun pasti ia akan melupakan Sang pemberi Kenikmatan tanpa batas, dan ia akan mengatakan ini semua hasil usaha dan jerih payahku. Maka aku berharap dan berdo’a itu tak menimpa dirimu shahabat.

Ukhtie….

Mungkin engkau kelak nanti akan menjadi panutan masyarakat luas, maka berusahalah untuk selalu menebarkan kebaikan dan kemashlahatan yang akan mengalirkan pahala dan balasan dari-Nya, ketika masyarakat umum dan khususnya kaum hawa meniru dan mengikuti jejak dan langkamu yang telah kau tampilkan (sebab tak menutup kemungkinan kala itu para Talent’s menjadi publik figur yang selalu diidola masyarakat) dan aku tak pernah berharap terjadi dimana ketika puncak kemasyhuran,justru para talent’s KCB meracuni masyarakat dengan sikap dan nilai negatif yang jauh dari akhlak Islami, sehinggga dosa dan kesalahan itu akan mengikuti dengan berlipat ganda, yang harus kita pertanggung jawabkannya dihadapan persidangan Tuhan Yang Maha Bijaksana.


Saudarku semua…..

Sekali lagi kuungkapkan bahwa tulisan ini bukan untuk mengajari dan menggurui atau bahkan seolah-olah sok tahu dalam urusan orang lain, bukan itu maksudku namun aku menulis ini atas dasar sebuah persahabatan yang tidak menginginkan teman-temannya ada dalam kehilapan, kealpaan dan keterlenaan dalam mengarungi pasang surut keimanan, yang sudah pasti badai ujian itu akan datang mengguncang bahtera kehidupan kita, hingga kita mampu tuk bertahan dalam kebenaran Islam.



Dan terakhir aku mohon maaf kalau dalam tulisan ini ada perkataan yang tidak berkenan di hati, dan juga aku mewakili seluruh teman-teman panitia untuk menyampaikan permohonan maaf kepada semua Talent’s KCB yang mungkin ketika di Cairo ada kata dan perbuatan yang menyinggung perasaan dan mengecewakan semua mulai dari Odi, Arsyil, Lucky, Adrian, hepy, Furqan, Azam,Alice, Oki, Wulandari, Meyda, Silmi dan Galda (yang mungkin muncul dari peristiwa “hadiqah Azhar” atau “peristiwa dream park” atau mungking aliran sungai Nil dan peristiwa lainnya), dari hati yang paling dalam kami mengetuk pintu maaf dari kawan’s Talent’s semua semoga tak ada luka dan duka diantara kita (0:0) yah, dan persahabatan ini akan terus terjalin hingga akhir hembusan nafas terakhir dan kita semua berkumpul kembali di alam surga yang kekal abadi. Amien


Wa maa uriudu ilal Ishlah……..

Famaa Sa’altukum ilaal Ajri In Ajriya illa ‘alaLLah…….

Allahummaj’alnaa mina ladzinaaa yastami’ul qaula wa yatabi’una ahsanaa

Wa akhiru da’wanaa Alhamdulillahirrabil ‘Alamien

Washalallahu ‘ala Muhamad wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’ien wan tabi’ahu biahsani ‘ilaa yaumiddien.


Wasalam

Uhibbukum fillah


Fajr Nashrulhaq

Cairo 28-Nov-08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar